Gagal Panen, Warga Alu Lhok Ancam Hentikan Paksa Proyek Irigasi Lhok Guci

Gagal Panen, Warga Alu Lhok Ancam Hentikan Paksa Proyek Irigasi Lhok Guci

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Pembangunan salah satu saluran irigasi Lhok Guci yang terletak di Desa Alu Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat dikeluhkan warga. Proyek itu diyakini telah membuat seluas 70 hektar kebun warga digenangi air sehingga menyebabkan gagal panen.

Sekretaris Desa Alue Lhok, Husaini mengatakan, pengalian tanah untuk pembuatan saluran baru malah menutup aliran parit lama di lahan perkebunan warga. Alhasil lahan milik masyarakat terdiri atas berbagai tanaman terendam air saat musim penghujan.

“Bukan hanya itu, pengerjaan proyek saluran irigasi Lhok Guci di tempat kami juga menutup akses jalan menuju perkebunan, sehingga petani sawit sangat sulit mengeluarkan hasil panen dari kebunnya,” kata Husaini kepada wartawan, Selasa (13/11/2018).

Seperti diketahui, proyek jaringan irigasi Lhok Guci merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Presiden Jokowi di Aceh.

Saluran irigasi Lhok Guci mencakupi tujuh dari 12 kecamatan Aceh Barat, total luas area cakupan mencapai 12.700 hektar. Sementara sedang dikerjakan untuk saluran sekitar 229 kilometer dan untuk luas bangunan 371 kilometer.

Menurut Husaini, kondisi yang dialami petani itu sudah berlangsung selama setahun. Bahkan seluas 2 hektar tanaman cabai dan dua hektar kacang tanah milik warganya gagal panen akibat tergenangi air.

Pihaknya juga sudah pernah membicarakan hal tersebut dengan rekanan yang mengerjakan pembangunan irigasi Lhok Guci, namun diabaikan.

“Sudah setahun lah kita seperti ini, bawa hasil panen susah, mau ke kebun susah karena pembangunan saluran irigasi ini, kita sampaikan ke pihak perusahaan yang kerja malah diabaikan begitu saja tanpa tindaklanjut,” jelasnya.

“Bahkan konpensasi terhadap yang gagal panen karena pekerjaan itu tidak ada, jadi warga mengadu terus pada saya dan kepala desa.”

Padahal, masyarakat hanya meminta pihak rekanan yang membangun saluran irigasi tersebut untuk menimbun jalan menuju kebun warga. Lantaran jalan itu rusak dan berlumpur karena dilalui oleh alat berat milik mereka.

“Kalau dalam waktu dekat ini tidak diindahkan, masyarakat akan musyawarah kembali dan kami akan menghentikan pekerjaan secara paksa,” tuturnya. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...