Fraksi Gerindra DPRA Ungkap Ada Kuota Abal-abal Disalurkan untuk Siswa Belajar Daring

Fraksi Gerindra DPRA Ungkap Ada Kuota Abal-abal Disalurkan untuk Siswa Belajar Daring

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Fraksi Gerindra DPRA menemukan laporan tentang adanya kuota internet yang disalurkan pemerintah namun tak bisa diaktifkan.

Fraksi Gerindra DPRA pun meminta pemerintah untuk menurunkan tim khusus terkait penyalahgunaan dan pemanfaatan situasi pandemi Covid-19 dengan menyalurkan kuota internet yang asal-asalan.

Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRA Kartini Ibrahim mengatakan, keputusan belajar daring secara umum berjalan tidak efektif, terutama karena ketidaksiapan siswa dengan pola daring.

“Pola belajar daring ini sangat mempengaruhi hasil belajar siswa di beberapa daerah, yang belum tersentuh jangkauan internet bahkan siswa tidak pernah melakukan proses belajar melalui daring,” katanya membacakan Pendapat Fraksi Gerindra atas Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2019, dalam rapat paripurna DPRA, Selasa (10/11/2020).

“Ditambah lagi dengan tingkat perekonomian masyarakat yang rendah membuat mereka tidak mampu mengadakan fasilitas belajar berupa Android dan paket pulsa, akhirnya proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana harapan pemerintah.”

Intervensi pemerintah dengan menyalurkan kuota internet untuk siswa juga tak sepenuhnya berjalan efektif.

“Kami juga menemukan kasus dan laporan masyarakat bahwa kuota yang diberikan pemerintah bagi siswa tidak bisa diaktifkan,” kata Kartini Ibrahim.

Alhasil, siswa yang tidak memiliki WiFi di rumahnya pun harus ke warung-warung kopi agar bisa mendapat akses internet.

“Perlu kami ingatkan bahwa jangan sampai kita dijadikan objek eksploitasi oleh para kapitalis yang memanfaatkan pandemi Covid 19 ini,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...