Forkopimda Tetapkan Status Quo Lahan Sengketa di Muara Tiga

Forkopimda Tetapkan Status Quo Lahan Sengketa di Muara Tiga

BERITAKINI.CO, Sigli | Sengketa lahan yang terjadi antar dua desa di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, membuat situasi sangat rentan terjadi kericuhan.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Forum Komunikasi Pemerintah Kabupaten (Forkopimda) Kabupaten Pidie menetapakan status quo terhadap tanah lapangan bola yang menjadi sengketa atara Gampong Ujong Pie dengan Gampong Sagoe tersebut.

Baca: Sengketa Tapal Batas, Warga Dua Desa di Pidie Saling Serang

Penetapan status larangan beraktifitas di tanah lapangan bola tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara kedua gampong tersebut. Proses penetapan status quo berlangsung di Pendopo Bupati Pidie, Minggu (21/10/2018).

Turut hadir perwakilan masyarakat kedua gampong, Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud; Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar; Dandim 0102/Pidie, Letkol Arm Wagino; Kejari Pidie, Efendi dan sejumlah pejabat pemerintahan setampat.

Baca: Ini Pemicu Kericuhan Dua Desa di Muara Tiga Pidie

“Masyarakat kedua gampong sebenarnya tidak mau jika sampai terjadi kericuhan hingga saling serang seperti kemaren,” ujar kata Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, kemarin.

Pemerintah, kata dia, akan serius menangani masalah tersebut agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan antara kedua gampong. Bahkan untuk menangani masalah tersebut akan dibentuk tim penyelesain. Tim itu nantinya akan dipimpin langsung Bupati Pidie, Roni Ahmad.

“Kami mengajak masyarakat kedua gampong untuk berpikir ke depan, guna untuk menyelesaikan persoalan tanah di perbatasan tersebut,” ujarnya.

Fadhlullah juga berujar, penyelesaian sengketa tanah lapang tersebut tidak akan selesai dalam waktu dekat, melainkan masih membutuhkan waktu panjang.

Untuk itu, sambung dia, sangat dibutuhkan kerjasama yang baik antara kedua gampong, untuk menyelesaikan masalah sebidang tanah dikawan tersebut.

“Untuk tanah lapangan bola, jika belum seselai semua masih berstatus quo,” ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...