Fokus Gempar Kecam Anggota Dewan Boikot Paripurna RAPBK-P Aceh Besar

Fokus Gempar Kecam Anggota Dewan Boikot Paripurna RAPBK-P Aceh Besar

BERITAKINI.CO, Jantho | Aksi “baikot” yang dilakukan kalangan DPRK Aceh Besar terhadap kelanjutan pembahasan anggaran perubahan 2017 menuai kecaman.

Para wakil rakyat dinilai sedang mempertontonkan sikap tak etis, dengan mengedepankan kepentingan kelompok.

Seperti diketahui, sebanyak 19 anggota DPRK tak hadir dalam paripurna penyerahan Rancangan Qanun APBK-P 2017 yang digelar pada Selasa lalu. Sehingga paripurna dianggap tidak sah lantaran tak mencukupi kuorum.

Alhasil, pembahasan yang seharusnya dilanjutkan ke tahap bedah Rencana Kerja Anggaran (RKA) tersebut, jadi berlarut-larut.

Sementara sisa waktu untuk mengeksekusi anggaran perubahan sudah sangat mepet atau kurang dari 3 bulan lagi.

“Seharusnya para wakil rakyat wajib mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok,” kata Juru Bicara Fokus Gempar Aceh Besar Rahmad Saputra, Sabtu (7/10/2017).

Kondisi ini, kata Rahmat, akan berdampak pada pembangunan daerah, dimana belanja pemerintah tak bisa direalisasikan maksimal.

“Kita sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum dewan dan kelompok kepentingan anggaran di Aceh Besar,” katanya.

Rahmat mengatakan, politisasi anggaran semacam itu merupakan bentuk melawan hukum, dimana harusnya tugas wakil rakyat menjalankan fungsinya secara baik, bukan dengan melakukan upaya politisasi uang.

“Kita berharap antara eksekutif dan legislatif harus bisa saling dukung dalam membangun daerah. Bukan dengan cara boikot seperti ini karena akan berimbas kepada kepentingan masyarakat,” katanya.

Rahmat menilai, legislatif perlu mendukung langkah-langkah eksekutif dengan baik, selagi kebijakan tersebut memihak pada kepentingan rakyat.

“Kita menduga bahwa upaya pemboikotan ini ada irisan dengan masalah politik masa lalu, menurut kami persoalan politik masa lalu sudah bisa ditinggalkan,” katanya.(*)

Komentar

Loading...