Firmandez Juga Jadikan Mushala Sebagai Gudang Penyimpanan Sertifikat Sosialisasi 4 Pilar

Firmandez Juga Jadikan Mushala Sebagai Gudang Penyimpanan Sertifikat Sosialisasi 4 Pilar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Pengurus Kadin Aceh kembali menemukan ribuan sertifikat sosialisasi 4 pilar MPR RI yang ditimbun di sekretariat organisasi pengusaha itu.

Sertifikat itu diduga kuat ditumbun anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Firmandez, yang juga ketua Kadin Aceh periode 2013-2018.

Jika sebelumnya puluhan bal buku ditemukan di lantai 2 kantor ini, kini para pengurus menemukan 6 bal sertifikat yang ditumpuk di mushalla di komplek kantor kantor tersebut.

“Hari ini pengurus kembali menemukan bukti baru pelecehan lembaga negara MPR RI oleh saudara Firmandez. Sertifikat yang seharusnya dibagi kepada masyarakat, tapi ditumpuk di kantor Kadin,” kata pengurus Kadin Aceh Muhammad Mada, Senin (1/10/2018).

Baca: Diduga Endapkan Buku Sosialisasi 4 Pilar di Kantor Kadin Aceh, DPP Golkar Diminta Tindak Tegas Firmandez

Muhammad Mada meyebutkan, terdapat enam bal berisi setifikat yang digudangkan oleh Firmandez dalam mushalla Kadin.

"Ada ribuan sertifikat yang kita temukan dalam enam koli," kata dia.

Baca: Tak Dibagikan, Firmandez Diduga Tumpuk Buku Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor Kadin Aceh

Sertifikat sosialisasi 4 pilar ini sejatinya dibagikan pada peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi.

Penelusuran BERITAKINI.CO, beberapa anggota DPR-MPR RI asal Aceh lazim melakukan kegiatan sosialisasi dan membagikan buku-buku 4 pilar serta sertifikat tersebut di akhir acara kepada peserta. 

Adapun materi sosialisasi 4 pilar tersebut, masing-masing, sosialisasi Pancasila sebagai Dasar dan Idiologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, Ketetapan MPR tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Atas temuan itu, sambung Muhammad Mada, pengurus Kadin Aceh kembali meminta DPP Golkar dan Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR RI untuk menindak tegas Firmandez, yang merupakan anggota DPR RI Fraksi Golkar itu.

“Penegak hukum juga harus turun dan investigasi. Karena ini pelecehan terhadap negara. Saudara Firmandez juga harus mempertangungjawabkan perbuatannya,” kata Muhammad Mada.

Baca: Dewan Pengurus 'Ambil Alih' Sekretariat Kadin Aceh

Seperti diketahui, sejak Jumat malam (28/9/2018) dewan pengurus yang menamakan diri Komite Penyelamatan Kadin Aceh telah mengambil alih sekretariat organisasi itu di Gampong Ateuk, Banda Aceh.

Upaya ini dilakukan untuk mengamankan sekretariat agar tak diakses untuk kepentingan kubu lain dalam organisasi payung para pengusaha itu.

Sejumlah pengurus Kadin Aceh yang hadir dalam "pengambil alihan" sekretariat itu antara lain, Muhammad Mada, Iqbal Idris, Jailani Yacob, Indra Azmi, Muhammad Iqbal, dan Muntasir Hamid.

Seperti diketahui, Kadin Aceh sedang dilanda konflik internal sejurus dengan berakhirnya kepemimpinan Firmandez, yang telah menguasai organisasi itu selama tiga periode.

Sejumlah pengurus mencium adanya upaya yang sedang dilakukan Firmandez untuk tetap "menguasai" Kadin, dan telah menyiapkan suksesornya.

Meski tak ada larangan untuk itu, namun cara-cara yang dilakukan Firmandez dinilai kerap mengangkangi prosedur organisasi, bahkan cenderung suka-suka.

BERITAKINI.CO belum berhasil mengonfirmasi hal itu pada Firmandez. Dihubungi berulang-ulang ke nomor selulernya, Firmandez tak menjawab.

Rubrik

Komentar

Loading...