Fakta-fakta Kasus Penembakan Pos Polisi Panton Reu Aceh Barat Hingga Tersangka Ternyata Tidak Terlibat

Fakta-fakta Kasus Penembakan Pos Polisi Panton Reu Aceh Barat Hingga Tersangka Ternyata Tidak Terlibat
Foto: antaranews

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polda Aceh akhirnya mengungkap bahwa DP, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, tak terlibat dalam aksi penembakan Pos Polisi Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.

DP, yang juga warga Panton Reu itu pun telah dibebaskan dari sangkaan tersebut, kendati dia masih tersangkut dengan persoalan pidana atas kepemilikan peluru senjata api, yang ditemukan di kediamannya saat proses penyelidikan beberapa waktu lalu.

Baca: Sempat Ditetapkan Tersangka, DP Ternyata Tak Terlibat Penembakan Pos Polisi Panton Reu Aceh Barat

Polisi kemudian merilis penangkapan satu tersangka baru terkait penembakan pos polisi itu. 

Dia adalah JH, yang disebut berperan sebagai pemantau dan operator handy talky (HT) saat melancarkan aksi penembakan. 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, polisi masih memburu sedikitnya enam orang lainnya yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Berikut fakta-fakta kasus penembakan Pos Polisi Panton Reu, Aceh Barat yang sempat mengegerkan tersebut:

Pos Polisi Panton Reu diberondong pada dini hari, Kamis, 28 Oktober 2021 lalu.

Hari itu juga, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

Ditemukan barang bukti sejumlah selongsong dan proyektil di antaranya menempel di dinding Pos dan mobil warga di sekitar lokasi itu.

Polda Aceh langsung mengirim tim dari Ditreskrimum untuk memburu pelaku.

Pada Jumat, 29 Oktober 2021, lima orang diamankan.

Tapi hanya satu yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, dia adalah DP, warga Panton Reu.

Polisi menemukan sejumlah peluru aktif di kediaman DP. Dia juga dikaitkan dengan dugaan perampokan terhadap pendulang emas di daerah itu hingga diburu polisi.

Caption

Penyidik kemudian menyimpulkan sementara bahwa motif DP menyerang dipicu rasa sakit hati terhadap petugas yang memburunya.

Belakangan, penyidik mendapat fakta baru di mana DP ternyata tak terlibat.

Polda Aceh pun merilis pembebasan DP dari sangkaan itu, meski dia masih tersangkut dengan persoalan kepemilikan peluru senjata api.

Bersamaan dengan, polisi merilis penangkapan tersangka baru berinisial JH.

Pria ini berperan sebagai pemantau dan operator HT dalam penembakan tersebut.

JH

Polisi mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan pelaku menyerang pos polisi itu adalah jenis senapan serbu AK dan M16.

Polisi masih memburu beberapa orang lainnya yang disangka terkait dengan penembakan tersebut. Jumlah mereka ada enam orang.

Rubrik

Komentar

Loading...