Erli Hasim Sambangi Tersangka Korupsi di Rutan Kajhu, Darmili: Bisa Saja untuk Mengkondisikan

Erli Hasim Sambangi Tersangka Korupsi di Rutan Kajhu, Darmili: Bisa Saja untuk Mengkondisikan
Darmili

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mantan Bupati Simeulue Darmili menilai aneh langkah Bupati Simeulue Erli Hasim yang menyambangi tersangka korupsi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh, di Kajhu, Kabupaten Aceh Besar.

Dia menilai hal itu bisa menjadi petunjuk bagi penegak hukum untuk mengusut dugaan keterlibatan Erli Hasim dalam kasus rasuah yang menjerat para anak buahnya itu.

Lihat: Jaksa Tahan Lima Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan-Jembatan Simeulue

"Jika tidak ada berada-ada, tidak tempua bersarang rendah," kata Darmili bertamsil, saat ditemui di Rutan Kajhu, kemarin.

Darmili menilai ada maksud tersembunyi di balik kunjungan Erli Hasim tersebut.

“Ada apa Erli Hasim begitu cepat membesuk para tersangka tersebut? Kalau tidak ada kepentingan, tidak mungkin dia datang ke Rutan. Bisa saja dia datang ke rutan tersebut untuk mengkondisikan para tersangka agar tutup mulut dan tidak bernyanyi dengan menyebut namanya terlibat dalam kasus ini,” katanya.

Darmili menilai, Erli perlu menentramkan atau mendinginkan hati para tersangka agar tak menyeret namanya, terutama pada saat pembuktian di pengadilan nanti.

“Kalau tidak mana mungkin dia datang kemari, dan perlu diketahui banyak narapidana asal Simeulue saat ini sedang menjalani hukuman di sini, bahkan ada salah satu kepala desa asal Simeulue sedang menjalani hukuman, tapi belum pernah dikunjunginya,” katanya.

“Karena itu, haqul yakin saya pasti ada sesuatu.”

Seperti diketahui, Kejari Simeulue menahan lima orang terkait kasus korupsi pemeliharaan jalan dan jembatan pada Dinas PUPR Simeulue tahun anggaran 2017 lalu.

Kelimanya adalah AL sebagai PPK, AH sebagai KPA, IG sebagai pejabat pengadaan dan PHO, YH sebagai PPTK, dan BF sebagai PPK. Semuanya adalah ASN pada Dinas PUPR Simeulue.

Mereka langsung ditahan setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh melimpahkannya ke Kejari Simeulue yang berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Jumat (29/1/2021).

Lihat: Deretan Proyek Pemeliharaan Jalan-Jembatan yang Diduga Fiktif di Simeulue dan Dugaan Aliran Dana Rasuah

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Muhammad Ansar Wahyuddin mengatakan, dalam kasus tersebut, negara merugi Rp 5,7 miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Aceh. Adapun total nilai proyek tersebut mencapai Rp 10,5 miliar.

Dari nilai kerugian itu, kata Muhammad Ansar, telah dikembalikan sebanyak Rp 1,4 miliar.

Kasus ini sendiri awalnya mencuat dari laporan Darmili ke Kejati Aceh pada 2019 lalu. Darmili menyeret nama Bupati Simeulue Erli Hasim dalam dugaan penyimpanggan anggaran pada proyek-proyek pemeliharaan jalan dan jembatan tersebut.

Di saat yang hampir bersamaan, LSM Simeulue Center Aceh juga melaporkan kasus serupa ke Polda Aceh, sehingga ditindaklanjuti, dan perkaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Menurut Darmili, dia sebetulnya telah menyerahkan bukti petunjuk keterlibatan Erli Hasim dalam dugaan korupsi pada proyek pemeliharaan jalan dan jembatan tersebut.

“Tapi sayangnya yang ditetapkan sebagai tersangka hanya para pegawai PUPR Simeulue, kasihan mereka, mereka itu hanya sebagai korban,” katanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...