Erick Thohir Soal Isu Komisaris Titipan: Saya Juga Titipan

Erick Thohir Soal Isu Komisaris Titipan: Saya Juga Titipan
Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

BERITAKINI.CO | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan pandangannya soal kritik yang dilayangkan banyak pihak terkait penunjukkan komisaris BUMN. Dikatakan, komisaris di banyak BUMN merupakan titipan dan bagian politisasi BUMN.

Menurutnya, pengangkatan komisaris di seluruh BUMN merupakan upaya untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) serta memastikan program perusahaan bisa berjalan.

"Saya juga titipan. Contoh kenapa kita angkat Pak Amien (Sunaryadi), kita angkat sebagai Komut PLN, backgroundnya KPK, BPKP, itu untuk memberikan kepercayaan. Pak Agus Marto, mantan Gubernur BI mau membantu BNI," ujar Erick dalam video yang diunggah akun Karni Ilyas Club, ditulis Minggu (1/11).

Dia menjelaskan, BUMN dibentuk oleh negara, sehingga yang bisa mengubah ketentuan BUMN ialah undang-undang. Dengan demikian, keputusan membolehkan komisaris memiliki jabatan rangkap juga menjadi hak pemerintah, apalagi jika melibatkan tokoh perwakilan pemerintah.

"Misalnya Kementerian Perindustrian ada perwakilan di Pupuk (Pupuk Indonesia), Kementerian ESDM ada perwakilan di Pertamina dan PLN," jelas Erick.

Perwakilan dari Masyarakat
Selain itu, terdapat pula perwakilan komisaris dari kalangan masyarakat. Dirinya tidak menampik bahwa pengangkatan komisaris perwakilan masyarakat sering kontroversial karena bisa berasal dari kalangan akademisi dan relawan.

"(Makanya) komposisinya kita jaga seperti profesional, seperti Pak Chatib, Pak Agus Marto, komposisinya harus pas, dipastikan juga kompetensi atau background terjaga. Jangan sampai malah merusak good governance tadi," jelasnya.

Erick menegaskan, saat menjabat suatu posisi, maka seseorang harus selalu siap, baik diangkat maupun dicopot. Seperti dirinya, Menteri BUMN, yang menjadi pembantu Presiden, harus siap akan hal itu.

"Kadang-kadang, komisaris kan ada masa jabatannya. Kalau dicopot, pada marah. Nah ini, tahun depan nanti, kami BUMN ada 2 program, salah satunya pembangunan karakter dan job desk direksi," kata Erick.

Rubrik
Sumber
Merdeka.com

Komentar

Loading...