Enam Anggota DPRA Diperiksa Secara Maraton Terkait Dugaan Korupsi Beasiswa 

Enam Anggota DPRA Diperiksa Secara Maraton Terkait Dugaan Korupsi Beasiswa 
Direskrimsus Polda Aceh Kombes Margiyanta

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh telah memeriksa dua dari enam anggota DPRA terkait kasus korupsi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa pada BPSDM Aceh tahun 2017.

Dua anggota DPRA yang diperiksa tersebut masing-masing, Zul dari Partai Aceh dan AA dari PAN. Mereka diperiksa Selasa, 4 Mei 2021. 

Sementara empat anggota DPRA lainnya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan pada 5 hingga 7 Mei mendatang.

Mereka ialah AA dari Gerindra, IU dari Partai Aceh, YH dari Partai Aceh, dan HY dari PKPI.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Margiyanta mengatakan, Zul dan AA diperiksa dalam kapasistasnya sebagai saksi setelah penyidik mengantongi surat persetujuan untuk melakukan penyidikan terhadap anggota DPRA dari Menteri Dalam Negeri.

Dikonfirmasi BERITAKINI.CO, AA mengakui telah memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh tersebut.

"Iya, Saya dan Zul telah memenuhi panggilan Polda Aceh, dan sekitar dua jam menjalani pemeriksaan sebagai saksi,” ucapnya, Selasa malam.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagai warga yang taat hukum, dirinya siap kapan saja dipanggil kembali.

"Intinya, ditanya seputar prosedur penyaluran beasiswa tersebut,” kata AA.

Selain itu, AA juga mengakui jika penyidik menanyakan hal ihwal tentang adanya janji atau permintaan kepada para penerima beasiswa yang bersumber dari aspirasi dewan tersebut.

"Kalau saya kan tidak ada," katanya.

Sementara Kombes Margiyanta saat ditanyai tentang indikasi kerugian negara mengatakan akan segera mengajukan perhitungannya kepada BPKP Perwakilan Aceh.

"Hasil pemeriksaan anggota DPRA ini, kemudian baru akan kita ajukan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) ke BPKP," katanya, Rabu (5/5/2021).

Proses penyelidikan relatif lama, kata Margiyanta, lantaran terkendala prosedur di mana pemeriksaan terhadap anggota DPRA harus mendapat izin Mendagri.

Selain itu, proses penyelidikan juga banyak memakan waktu pada pemeriksaan para penerima beasiswa yang jumlahnya ratusan orang.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...