Empat Polisi Bakal Dipecat Karena Kasus Narkoba di Pidie

Empat Polisi Bakal Dipecat Karena Kasus Narkoba di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Sedikitnya empat aknum polisi dari Mapolres Pidie terancam dipecat dari kesatuannya karena terlibat penyalahgunaan narkoba.

Semua kasus yang menjerat oknum anggota penegak hukum tersebut terjadi dalam tahun 2019 ini.

Waka Polres Pidie Kompol Iskandar mengatakan, anggota polisi yang terjarat kasus narkoba terlebih dahulu akan diproses pada pengadilan umum, sebelum diusulkan pemecatan.

Bahkan, satu orang personil polisi di antaranya yakni TM, sudah mendapatkan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Sigli. Ia divonis enam tahun dan saat ini ditahan di Rutan Kelas II B Sigli.

"Jika parkara dinyatakan inkrah, selanjutnya akan diproses pemecatan," kata Iskandar dalam jumpa Pers di Saung Mapolres Pidie, Selasa (16/7/2019).

Sementara tiga personil lainnya, masih ditahan di sel tahanan Polres Pidie, sembari menunggu pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing dua oknum polisi yang bertugas di Mapolsek Kota Sigli dan satu bertugas di Mapolres Pidie.

"Berkas tahap pertama sudah dikirim oleh Sat Narkoba Polres Pidie ke Kejaksaan, tinggal tunggu P21," kata Iskandar.

Sikap tegas dengan memproses personil yang terlibat narkoba merupakan komitmen pihaknya memberantas narkoba yang kini mulai merampah pelosok desa.

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kepolisian untuk melaporkan setiap tindakan penyalahgunaan narkoba semakin tinggi.

"Jadi, jangan sampai seperti pepatah, gara-gara nila satu titik rusak susu sebelanga, gara-gara oknum, bisa merusak lembaga dan institusi Polri," katas Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menjelaskan pengungkapan kasus narkoba oleh pihaknya mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Total kasus pada tahun 2018 di wilayah hukum Pidie dan Pidie Jaya mencapai 140 kasus, sementata Januari hingga Juni 2019 sudah menangani 107 kasus dengan tersangka dari berbagai profesi, masing-masing dari mahasiswa empat orang, wiraswasta 83 orang, petani 36 orang, buruh 13 orang dan ibu rumah tangga (IRT) dua orang.

"Untuk usia 30 ke atas paling tinggi terjerat penyalahgunaan narkoba yang ditangani," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...