Empat Pansus DPRA 2020 yang Belum Laporkan Hasil Kerja

Empat Pansus DPRA 2020 yang Belum Laporkan Hasil Kerja

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk empat panitia khusus (pansus) pada Juli 2020 lalu. Tapi hingga saat ini, tak diketahui hasil kerjanya.

Empat pansus tersebut masing-masing, Pansus Proyek Pembangunan Gedung Onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA), Pansus Kredit Bank Aceh, dan Pansus Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2019. Sementara satu lainnnya adalah Pansus Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun 2019.

Namun, hingga memasuki awal 2021, keempat Pansus yang dibentuk belum melaporkan hasilnya kerjanya yang biasa disampaikan di muka rapat paripurna.

Ketua Pansus LHP BPK, Khalili yang dikonfirmasi mengatakan, laporan kerja pansus mereka tersebut sebetulnya telah rampung. Namun belum diserahkan kepada pimpinan DPRA.

Lihat: DPRA Bentuk Pansus Tindaklanjuti LHP BPK

"Hasilnya sudah ada, sudah kita rampungkan laporan hasil tindaklanjut dari temuan LHP BPK RI 2019, sekarang hasilnya masih ditangan Sekretaris Pansus Bardan Sahidi, paling nanti hanya bahasanya yang perlu direvisi," kata Khalili saat dihubungi oleh BERITAKINI.CO, Senin (4/01/2021).

Ia mengatakan, saat ini pansus belum menyerahkan hasil temuan tersebut disebabkan terkendala dengan waktu pimpinan DPRA.

"Di satu sisi ketua DPRA harus memimpin rapat paripurna lain yang didahulukan dan di sisi yang lain ada anggota pansus kita yang harus berangkat ke Jakarta bahkan wakil ketua Pansus juga dalam kondisi sakit," kata Khalili.

Dia mengatakan dalam waktu dekat akan menyampaikan laporan kerja mereka ke pimpinan DPRA yang nantinya akan dibahas di Banmus sebelum diparipurnakan.

"Dalam melaporkan hasilnya itu tidak ada batasan waktu sebenarnya, bahkan saya belum begitu paham aturan mengenai laporan hasil tersebut wajib dilaporkan kepada pimpinan DPRA atau tidak dan hasil laporan tersebut wajib diparipurnakan atau dapat langsung dibawa ke ranah hukum apabila ditemukan kejanggalannya," kata Khalili.

Sementara itu terhadap hasil Pansus Kredit Bank Aceh, Sekretaris Pansus Kredit Bank Aceh Hendriyono, mengatakan hingga saat ini tim pansus tersebut belum memberikan hasil temuannya kepada pimpinan DPRA.

“Kita baru dua kali melakukan rapat pansus jadi belum ada kesimpulan terhadap temuan tersebut dan belum bisa diparipurnakan,” katanya.

Ia mengatakan, tim Pansus Kredit Bank Aceh akan melanjutkan rapat kembali di awal Januari 2021.

“Sejauh ini kita belum menemukan kendala apapun, hanya masalah waktu, makanya kita lanjut rapat di 5 Januari 2021, masih dalam proses berjalannya tim pansus sejak dibentuk,” kata Hendriyono.

Lihat juga: Lihat juga: DPRA Gelar Paripurna Bentuk Tiga Pansus dan Pembatalan Proyek Multi Years, Demokrat Walk Out

Menurut Hendriyono, laporan hasil tersebut wajib disampaikan kepada pimpinan DPRA sebelum diparipurnakan.

"Karena sesuai SK Pansus Pimpinan, hasilnya dilaporkan kepada pimpinan DPRA jadi secara aturan memang wajib dilaporkan, setelah itu baru diparipurnakan," terangnya.

Sama halnya dengan Pansus Kredit Bank Aceh, ternyata Pansus Proyek Pembangunan Gedung Onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) juga belum merampungkan hasil temuan Pansus tersebut.

"Hasil kinerja pansus belum kita ambil kesimpulan, tapi hasilnya sudah ada dan belum bisa kita publikasi," kata Sekretaris Panus Proyek Pembangunan Gedung Onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA), Asib Amin.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Pansus sudah menemukan beberapa temuan terhadap pembangunan proyek tersebut.

"Temuannya sudah ada meskipun tidak banyak, cuma belum bisa kita ambil kesimpulan," kata Asib Amin.

Namun, dirinya memastikan akan melaporkan hasil temuan tersebut kepada pimpinan DPRA.

"Apapun hasilnya tetap kita laporkan pada Pimpinan DPRA karena sebuah kewajiban, dari hasil itu nanti kita lihat apakah diparipurnakan atau tidak. Tapi yang pasti di Tatib DPRA juga diatur," kata Asib Amin. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...