Nova-DPRA Akhirnya Tandatangani Kesepakatan Bersama KUA-PPAS 2021

Nova-DPRA Akhirnya Tandatangani Kesepakatan Bersama KUA-PPAS 2021

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sempat alot, eksekutif-legislatif Aceh akhirnya menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021 menjadi KUA-PPAS 2021.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin dalam rapat paripurna, Jumat (20/11/2020).

Lihat: APBA 2021 Belum Dibahas, Seperti Apa Nasib Anggaran Pilkada Aceh?

KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode satu tahun.

Sementara itu PPAS adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada perangkat daerah untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah.

Kendati telah disepakati bersama, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin dalam pidatonya tak menyebutkan nilai asumsi pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2021 tersebut. Begitu juga dengan program prioritas serta patokan batas maksimal anggaran hasil pembahasan antara eksekutif-legislatif.

Lihat juga: Pemerintah Aceh Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2021 Rp 14,8 Triliun

Namun jika merujuk pada dokumen Rancangan KUA-PPAS 2021 yang diserahkan eksekutif pada 24 Juli 2020 lalu, KUA memuat rencana pendapatan tahun depan senilai Rp 14 triliun, dengan nilai rencana belanja Rp 14,8 triliun.

Adapun target pembangunan pada 2021 tersebut akan diarahkan untuk mencapai empat tujuan prioritas yakni Mendorong Pemulihan Agroindusri dan Pemberdayaan UMKM, Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing, Penguatan Ketahan dan Kemandirian Pangan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan.

Dalam pidato usai penandatanganan kesepakatan bersama itu Dahlan di antaranya hanya menyampaikan bahwa DPRA dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh akan segera menyusun agenda percepatan pengesahan Rancangan APBA 2021 menjadi APBA.

"Sehingga bisa selesai dan ditetapkan tepat waktu, tepat sasaran dan tentunya sesuai dengan harapan rakyat Aceh," katanya. | Rio Syahrany/Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...