Dukung Proyek Multi Years, Demonstran Ancam Segel Gedung DPRA

Dukung Proyek Multi Years, Demonstran Ancam Segel Gedung DPRA

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) menggelar aksi di gedung DPRA, Selasa (22/9/2020).

Mereka menuntut DPRA mencabut pembatalan MoU Proyek dengan Kontrak Tahun Jamak alias Multi Years Contract.

Dalam orasinya Koodinator Aksi FPMPA Iwan Kartiwan mengatakan, pembatalan MoU tersebut dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Dia juga mengklaim bahwa pelaksanaan proyek tersebut sudah mendapatkan backup dari pemerintah pusat.

Pantauan BERITAKINI.CO, aksi FPMPA tersebut sempat direspon Wakil Ketua DPRA Safaruddin dan beberapa anggota dewan. Mereka turun untuk menemui pendemo.

Namun kedatangan para wakil rakyat itu tersebut ditolak karena mereka meminta Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin yang harus hadir.

"Yang kami mau Dahlan, bukan yang lain," kata Iwan Kartiwan.

Penolakan tersebut membuat wakil dan anggota DPRA akhirnya meninggalkan demonstran.

Peserta aksi pun melanjutkan aksinya.

Mereka juga tampak mengusung lima petisi aksi.

Di antaranya meminta DPRA untuk melakukan judicial review ke Mahkamah Agung jika ingin membatalkan MoU Proyek Tahun Jamak. Menurut mereka hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi pembodohan publik.

Mereka juga mengecam pimpinan DPRA yang salah kaprah mengambil kebijakan serta mencerminkan sikap arogan sebagai mitra pemerintah dalam konteks menghambat percepatan pembangunan infrastruuktur daerah melalui proyek multi years.

Jika tuntutan mencabut pembatalan MoU Proyek Multi Years tidak dilakukan, FPMPA juga mengancam akan mengerahkan massa pemuda dan mahasiswa dari 23 kabupaten/kota untuk menyegel gedung DPRA.

"Jika pembatalan MoU dan penggunaan Hak Interpelasi DPRA tetap dilaksanakan, maka kami FPMPA akan melaporkan pimpinan DPRA ke Mahkamah Konstitusi karena pembatalan yang dilakukan tidak memiliki dasar hukum dan menghambat proses pembangunan," katanya.

Lihat juga video terkait konflik proyek multi years:

Komentar

Loading...