Dukung Hukum Kebiri Kimia Bagi Predator Anak di Aceh, DPRA: Jangankan Dikebiri, Tembak Mati Pun Tak Masalah

Dukung Hukum Kebiri Kimia Bagi Predator Anak di Aceh, DPRA: Jangankan Dikebiri, Tembak Mati Pun Tak Masalah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Komisi I DPRA M Yunus mendukung langkah presiden menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Anak.

"Jika niatnya untuk mengurangi angka kekerasan seksual terhadap anak, tidak masalah kebijakan itu diterapkan di Aceh," kata M Yunus kepada BERITAKINI.CO, Senin (4/1/2020).

Apabila Pemerintah Aceh sepakat, kata Yunus, kebijakan ini bisa saja diterapkan dengan tetap mengutamakan kekhususan Aceh.

"Bisa saja kita terapkan hukum berlapis, kebiri kita lakukan, cambuk juga kita lakukan," katanya.

Menurutnya, hal itu penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku sehingga menekan angka kekerasan seksual kepada anak-anak.

"Bahkan bagi saya, jangankan dikebiri, (pelaku) ditembak pun tidak masalah," katanya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPRA Azhar Abdurrahman.

Menurutnya aturan ini memungkinkan akan dikuatkan lagi dengan qanun yang ada di Aceh.

Karena saat ini, Qanun Jinayah berusia masih muda yaitu sepuluh tahun, sehingga memungkinkan untuk terus dikembangkan.

"Qanun kita masih stadium awal, nanti mungkin kita tingkatkan lagi, semua hukuman berat bahkan tembak mati bisa saja terjadi di Aceh ini, tapi nanti lah itu di tingkat selanjutnya," katanya.

"Tujuan kita untuk memberikan efek jera kepada pelaku, semoga saja masyarakat umum bisa memberi kepercayaan penuh kepada pemerintah untuk menindak pelaku kekerasan seksual tersebut." | Rio Syahrany

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...