Duh, Masih Banyak Warga Simeulue Buang Air Besar Sembarangan

Duh, Masih Banyak Warga Simeulue Buang Air Besar Sembarangan
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO, Simeulue | Wilayah Kabupaten Simeulue hingga kini belum terbebas dari perilaku warga yang buang air besar sembarangan.

Dari 138 desa yang tersebar di 10 kecamatan, baru 17 desa yang bebas dari perilaku  BAB sembarangan dan mendapat status Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kota Sinabang juga masuk wilayah berstatus tidak bersih kategori buang BAB sembarangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Asludin SE kepada BERITAKINI.CO, Kamis (17/1/2019).

Hasil survei dan penilaian Dinas Kesehatan Simeulue sejak 2017 hingga 2018, kata Asludin, baru 17 desa yang masyarakatnya memiliki pola hidup sehat atau tidak lagi BAB di sembarang tempat.

Adapun 17 desa yang telah berstatus PHBS itu, di Kecamatan Simeulue Tengah yakni Desa Laure'e, Desa Wel-wel, Desa Lambaya, Desa Kuta Baru, dan Suak Baru. Selanjutnya Kecamatan Simeulue Cut, yakni Desa Kuta Padang dan Desa Bubuhan.

Kemudian di Kecamatan Salang, yakni Desa Suak Manang, Desa Tameng dan Desa Kenangan Jaya. Di Kecamatan Teupah Selatan, yakni Desa Trans Baru. Kecamatan Teluk Dalam yakni, Desa Gunung Putih dan Desa Babussalam.

Selanjutnya, Kecamatan Teupah Barat yakni Desa Inor. Di Kecamatan Simeulue Barat yakni Desa Lamamek dan Desa Sinar Bahagia. Dan terakhir Kecamatan Teupah Tengah yakni Desa Busung.

“Indikator desa PHBS adalah tidak buang hajat atau mengalirkan hasil tinja dari bak penampung atau septic tank ke sungai atau ke laut, serta tidak membuang limbah cair atau limbah rumah tangga ke sungai dan laut, termasuk pengolahan sampah,” kata Asludin.

Terpisah, Camat Simeulue Timur Dodi Juliardi mengaku baru mengetahui jika Kota Sinabang dan sekitar belum berhak mendapat label desa PHBS.

Ia berdalih, pihak dinkes tidak pernah memberitahukan atau mensosialisasi ke masyarakat dan pihak kecamatan.

"Saya baru mengetahuinya. Selama ini belum ada diberitahu, kita tidak tahu indikator apa yang digunakan oleh mereka sehingga Kota Sinabang dan sejumlah desa yang ada di Kecamatan Simeulue Timur tidak mendapat status PHBS," kata Dodi.

Namun demikian, Ia mengakui dan tidak menapik masih ada warganya yang membuang hajat langsung ke sungai dan ke laut Teluk Sinabang.

"Di Simeulue Timur ini dihuni 6300 KK atau 27.000 jiwa di 17 desa, dan kita akui masih ada warga saya yang buang hajat sembarangan. Kalau bisa pihak Dinkes menerbitkan peraturan baru tentang pola hidup bersih dan sehat, termasuk dampak masih adanya septic tank yang berada dalam rumah warga, karena sempitnya pekarangan,” kata Dodi. | AHMAD

Pemprov Aceh

Komentar

Loading...