Dugaan Proyek Fiktif Dinas PUPR Simeulue, Jaksa Sudah Terima SPDP dari Polda Aceh

Dugaan Proyek Fiktif Dinas PUPR Simeulue, Jaksa Sudah Terima SPDP dari Polda Aceh
Kasi Penkum Kejati Aceh Munawal | Foto: Antara

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tabir di balik kasus dugaan penyimpangan anggaran pada proyek-proyek pemiliharan jalan dan jembatan Dinas PUPR Simeulue mulai menunjukkan titik terang.

Telah dilidik sejak Desember 2019 lalu, kini prosesnya sudah sampai pada penyampaian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Seperti diketahui, pada tahap ini penyidik sedang mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan berguna untuk menemukan tersangka tindak pidana tersebut.

Kasus ini sendiri awalnya mencuat dari laporan mantan anggota DPRK Simeulue Darmili ke Kejati Aceh pada 2019 lalu. Darmili menyeret nama Bupati Simeulue Erli Hasim dalam dugaan penyimpanggan anggaran pada proyek-proyek pemelihataan jalan dan jembatan tersebut.

Di saat yang hampir bersamaan, LSM Simeulue Center Aceh juga melaporkan kasus serupa ke Polda Aceh.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk turun ke Simeulue untuk melakukan pemeriksaan fisik.

Lihat: Dugaan Korupsi Erli Hasim, Begini Perkembangannya di Polda Aceh

"Baru-baru ini, kita sudah menerima SPDP-nya dari Polda Aceh," kata Kasi Penkum Kejati Aceh Munawal, kemarin.

Menurut Munawal, berdasarkan laporan terakhir yang diterima, tim dari Ditreskrimsus Polda Aceh kembali turun ke Kabuaten Simeulue.

"Termasuk membawa ahli menghitung kerugian Negara, memeriksa dan menghitung jumlah kerugian Negara dalam pelaksanaan pelaksanaan proyek-proyek di Dinas PUPR Simeulue dalam anggaran 2017-2018 tersebut," katanya.

Lihat juga: Soal Laporan Dugaan Korupsi Erli Hasim ke Kejati Aceh, Aspidsus: Ditangguhkan Sambil Tunggu Hasil Penyelidikan Polda

"Karena sudah dikeluarkan SPDP oleh Polda Aceh, tentu saja kasus ini terus kita pantau perkembangannya, sebagai bentuk koordinasi Kejati dengan Polda Aceh dalam sebuah perkara. Kita tunggu saja penetapan tersangkanya dari Polda Aceh," kata Munawal.

Rubrik
Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...