Dugaan Penyelewengan Dana Kuliah Aparatur Desa di Aceh Tenggara, Jaksa Periksa Sejumlah Pejabat Yayasan UGL

Dugaan Penyelewengan Dana Kuliah Aparatur Desa di Aceh Tenggara, Jaksa Periksa Sejumlah Pejabat Yayasan UGL
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Kutacane | Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara telah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap dugaan penyelewengan dana kuliah aparatur desa pada Universitas Gunung Lauser (UGL)

Jaksa penyelidik pun telah memeriksa sejumlah pejabat Yayasan UGL.

Kajari Aceh Tenggara melalui Kasi Pidsus Edwardo mengatakan, informasi awal, terjadi dugaan penyelewengan dana kuliah aparatur pemerintah desa untuk tahun anggaran 2018 lalu.

“Ada indikasi penggelapan dan penyalahgunaan beasiswa kuliah aparatur desa yang tidak sesuai peruntukkannya," kata Edwardo, Selasa (23/2/2021).

Adapun pemeriksaan terhadap pejabat di Yayasan UGL, kata dia, dilakukan untuk mengumpulkan bukti serta keterangan terkait persoalan beasiswa kuliah aparatur desa tersebut.

“Kemungkinan kami akan menelusuri juga penggunaan dana desa untuk biaya kuliah aparatur desa di UGL sampai tahun 2020,” katanya.

Selain memeriksa sejumlah saksi, jaksa penyelidik juga telah mengumpulkan beberapa berkas sebagai alat bukti dugaan penyelewengan tersebut.

Dia menjelaskan, pada tahun 2018, setiap desa di Aceh Tenggara menyetorkan dana senilai Rp 4,65 juta untuk biaya perkuliahan serta kebutuhan lainnya ke rekening yayasan UGL.

Dana untuk program kuliah aparatur desa tersebut bersumber dari dana Bagi Hasil Pajak (BHP) atau retribusi ke pemerintah desa tahun 2018.

Dari laporan awal program tersebut diikuti sekitar 316 desa di Aceh Tenggara.

“Jika 316 desa seluruhnya sudah mentransfer biaya kuliah tersebut ke rekening yayasan UGL, maka dana seluruhnya Rp 1,4 miliar," jelasnya.

Rubrik

Komentar

Loading...