Dugaan Penyelewengan Dana Desa Sebudi Jaya, Kejari Aceh Tenggara Temukan Indikasi Kerugian Negara

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Sebudi Jaya, Kejari Aceh Tenggara Temukan Indikasi Kerugian Negara
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Kutacane |  Tim penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara menemukan adanya indikasi penyelewengan APBDes 2019 pada Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukti Tusam.

Kejaksaan pun sedang mempersiapkan peningkatan kasus itu dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Tim penyelidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup, dan kasus ini sedang dalam peningkatan ke tahap penyidikan,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Tenggara Edwardo, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020).

Adapun dugaan penyelewengan anggaran itu, sedikitnya muncul dari dua kegiatan desa.

Yang pertama adalah kegiatan penyertaan modal desa pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) senilai Rp 170 juta.

Edwardo mengatakan, dalam laporan pertanggungjawaban APBDes 2019, dari Rp 170 juta tersebut, senilai Rp 68,7 juta di antaranya digunakan untuk pengadaan tanah.

“Sementara sisanya, seharusnya digunakan untuk penyertaan modal pada BUMDes. Namun, dana ini dipergunakan oleh kepala desa, bukan diserahkan kepada direktur BUMDes,” kata Edwardo.

Selain itu, ada juga indikasi penyelewengan pada proyek rehabilitasi peningkatan sumber air bersih milik desa sebesar Rp 441,8 juta.

“Belakangan diketahui, proyek ini diduga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya,” kata Edwardo.

Di mana terdapat beberapa item pekerjaan yang diduga tidak dilaksanakan, sementara anggaran telah direalisasikan.

Penyelidikan kasus ini sendiri, kata Edwardo, berawal dari laporan masyarakat ke kejaksaan pada akhir 2019 lalu.

Rubrik

Komentar

Loading...