Dilapor Polisi Soal Dugaan Penipuan Rumah Subsidi di Banda Aceh, Begini Kata Direktur PT KML

Dilapor Polisi Soal Dugaan Penipuan Rumah Subsidi di Banda Aceh, Begini Kata Direktur PT KML

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Direktur PT Kreasi Mandiri Land Taufan Syahputra langsung muncul dan menggelar konferensi pers setelah sejumlah warga melaporkan perusahaan itu ke polisi atas dugaan penipuan pada pembelian rumah bersubsidi di kawasan Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, berbuntut panjang.

Padahal sebelumnya, para korban sangat sulit menghubungi pria itu hingga akhirnya mereka memilih untuk melaporkan ke aparat hukum atas dugaan penipuan yang mereka alami.

Dalam konferensi pers, Jumat (26/10/2018), Taufan Syahputra berjanji akan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

"Kita akan kembalikan DP full, tanpa ada potongan terhadap lima orang korban yang melapor. Namun kita akan berjumpa dengan konsumen (korban) untuk menjelaskan persoalan yang terjadi," kata Taufan beralasan.

Kata dia, persoalan yang mengakibatkan molornya pembangunan rumah dengan tipe 36 itu dikarenakan terkendala pada pemilik lahan yang tidak mengizinkan untuk dilanjutkan pembangunan.

"Jadi kita beli lahan di Bitai Rp 300 ribu per meter. 30 persen pembayaran dimuka, dan 70 persen lagi menyusul. Tiba-tiba di tengah jalan pemilik lahan tidak mengizinkan lagi pembangunan dan mereka meminta dilakukan pelunasan," ujarnya.

Akibatnya, kata dia, pembangunan 17 unit rumah itu terhenti. “Kita sudah melakukan penyelesiandengan pemilik tanah. Bulan depan akan kembali dilanjutkan pembangunanya,” kata dia.

Kata dia, status pembangunan rumah sebanyak 17 unit itu, bekerja sama dengan PT Adit Karya.

Baca: Merasa Tertipu, Pembeli Rumah Bersubdisi di Banda Aceh Lapor Polisi

"Jadi proyek ini milik PT Adit. Sementara  PT Kreasi Mandiri Land hanya subcont atau sebagai marketing yang membantu penjualan. Jadi kita membantu penjualan dan menerima DP dari konsumen. Saya mengakui ini salah karena pada kwitansi pembayaran DP ada kop surat PT Kreasi Mandiri Land. Jadi kita bertanggungjawab atas kasus ini," kata Taufan.

Terkait adanya penerimaan pembayaran DP dari konsumen, Taufan membenarkan. "Kita ada menerimanya. Jumlahnya bervariasi ada yang Rp 5 juta hingga Rp 28 juta. Kalau ada yang bilang Rp 50 juta, itu tidak ada," kata Taufan.

Dirinya mengaku akan koorperatif untuk menyelesaikan kasus ini secara baik-baik. Namun, hingga saat ini dia belum dipanggil oleh penyidik Polresta Banda Aceh.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah korban dugaan penipuan pembelian rumah bersubsidi mendatangi Mapolresta Banda Aceh, Kamis (25/10/2018). Kedatangan mereka untuk melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh pengembang rumah. | MAG 002

Komentar

Loading...