Dugaan Pat Gulipat Pengadaan Masker Covid-19 Disnakertrans Aceh Besar

Dugaan Pat Gulipat Pengadaan Masker Covid-19 Disnakertrans Aceh Besar

BERITAKINI.CO, Jantho | Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan adanya dugaan pat gulipat proses pengadaan masker pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Aceh Besar tahun 2020. Negara berpotensi merugi hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu telah diungkap BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Kepatuhan Pemerintah Aceh Besar Terhadap Peraturan Perundang-undangan tahun anggaran 2020.

BPK di antaranya mengaudit realisasi belanja barang dan jasa pada Disnakertrans Aceh Besar. Salah satunya adalah belanja pengadaan masker untuk penanggulanan Covid-19 dengan nilai kontrak Rp 650,4 juta. 

Pengadaan masker dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 04/SPK/PPKG/APBK/2020 tanggal 20 April 2020 dengan pelaksana CV MS. 

Pekerjaan tersebut dinyatakan telah selesai dilaksanakan 100 persen sesuai dengan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Administratif (BAHPA) Nomor 02/BAHPA/V/2020 tanggal 20 April 2020 dan telah dibayar lunas sesuai dokumen SP2D  dengan Nomor 01106/SP2D-PBJ/2020 tanggal 19 Mei 2020. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pengadaan, konfirmasi dan wawancara, auditor menemukan deretan fakta tak elok.

Di antaranya adalah proses pemilihan diduga hanya formalitas. Pengguna Anggaran (PA) yakni R, memerintahkan PPTK yakni Am untuk membuat dokumen-dokumen persiapan pemilihan penyedia barang dan jasa, termasuk dokumen penawaran, dokumen pelaksanaan pengadaan, dan serah terima pekerjaan, serta dokumen-dokumen syarat pembayaran.

Adapun masker yang dipesan berdasarkan dokumen yang dibuat PPTK adalah sebanyak 44.869 lembar dan harga satuan Rp 14.500.

BPK juga mengungkap bahwa berdasarkan pengakuan Direktur CV. MS yakni Ab, diketahui bahwa perusahaannya itu dipinjam oleh R untuk mengikuti proses pengadaan masker pada Disnakertrans Aceh Besar tersebut.

Ab juga mengaku bahwa uang pembayaran pekerjaan masker senilai Rp 579,2 juta lebih yang masuk ke rekening perusahaan, ditarik seluruhnya oleh R.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...