Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih BPKS, Penyidik Kejati Aceh Periksa Rekanan

Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih BPKS, Penyidik Kejati Aceh Periksa Rekanan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh masih terus melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengungkap dugaan korupsi Proyek Air Bersih BPKS di Pulo Breueh, Kabupaten Aceh Besar tahun anggaran 2017-2018.

Jika pada 2020 lalu, semua pejabat BPKS yang dianggap berkaitan dengan proyek tersebut diperiksa, baru-baru ini, penyidik pun telah memeriksa rekanan pelaksana pekerjaan tersebut.

Lihat juga: Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih BPKS, Begini Perkembangannya di Kejati Aceh

Dua perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut masing-masing, PT Rah Rah Red dengan nilai kontrak Rp 13 miliar dan volume pekerjaan jaringan dari Gugup sampai ke PPI tahun anggaran 2017.

Dilanjutkan oleh PT Lubok Indah dengan nilai kontrak Rp 5 miliar dengan volume pekerjaan jaringan dari PPI sampai Lampuyang.

Kendati telah menyerap anggaran belasan miliar, tapi proyek ini disebut tak fungsional.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh R Yusuf Wibisono mengatakan, tim juga kemungkinan akan turun ke Pulo Aceh untuk melakukan cek pekerjaan tersebut di lapangan.

“Kalau pemeriksaan sudah ramai, baik dari pihak rekanan dan dari pihak BPKS,” kata R Yusuf, Jumat (8/1/2021).

Penyidik juga telah merencanakan untuk meminta ahli fisik menghitung realisasi spesifikasi proyek tersebut, mengapa kemudian tak bisa digunakan.

“Kalau berdasarkan laporan kan tidak sesuai, tidak sesuainya kita belum tahu apakah karena faktor alam atau ada unsur kesengajaan yang tidak menyesuaikan antara kontraktor dan RAB, atau dugaan rusaknya itu apakah tidak sesuai dengan spek atau faktor lainnya,” katanya.

“Inilah yang kita mau cek, intinya laporannya itu rusak sehingga tidak dapat digunakan.”

Penyidik juga telah menjadwalkan untuk memeriksa pihak swasta dalam hal ini pabrikan penyedia bahan jaringan yakni pipa.

“BAK dan pipa yang parah kalau berdasarkan laporan yang ada,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...