Dugaan Korupsi Program Pasimas, Polres Simeulue Tahan Dua Orang, Selamatkan Rp 319 Juta

Dugaan Korupsi Program Pasimas, Polres Simeulue Tahan Dua Orang, Selamatkan Rp 319 Juta

BERITAKINI.CO, Simeulue | Penyidik Polres Simeulue menetapkan dua orang tersangka terkait kasus korupsi pada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pasimas).

Kapolres AKBP Agung Surya Prabowo dalam konferensi pers, Senin (14/9/2020) mengatakan, dua tersangka tersebut masing-masing, Koordinator Distrik Pansimas Kabupaten Simeulue DN (43) dan Asisten Managemen Keuangan Pansimas Kabupaten Simeulue MFW (31).

Polisi telah menahan keduanya dan mengamankan uang negara senilai Rp 319 juta dari kegiatan Pasimas tahun anggaran 2017-2018.

"Alhamdulillah, Polres Simeulue berhasil selamatkan uang negara sebanyak Rp 319 juta lebih, dan kedua tersangka inisial DN dan MFW resmi kita tahan. Dalam kasus ini 71 orang saksi kita mintai keterangan," kata Surya Prabowo.

Dia merincikan, kasus tersebut menyangkut dugaan mark up pada kegiatan program Pansimas di Kabupaten Simeulue dengan menggunakan uang negara dalam jumlah besar sejak tahun 2017-2018.

Dalam kurun waktu selama dua tahun tersebut, Negara gelontorkan Rp 3,67 miliar lebih untuk kegiatan air bersih di 45 desa dalam 10 kecamatan.

"Dari total Rp 3,67 miliar tersebut, ‎tersangka DN dan MFW tidak dapat mempertanggungjawabkan dana sebanyak Rp 1,29 miliar lebih. Polres Simeulue dapat selamatkan sebanyak Rp 319 juta lebih," katanya.

Selain uang ratusan juta rupiah, Polres Simeulue juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, di antaranya sampel pipa palsu tanpa SNI dan laptop, yang digunakan tersangka untuk meluluskan aksi kejahatan korupsi dana Pansimas.

"Kita masih melakukan pengembangan kasus ini, siapa-siapa saja yang terlibat selain kedua tersangka," katanya.

Terhadap DN dan MFW, akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 3 junto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Keduanya terancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan denda minimal Rp 200 juta.

Rubrik

Komentar

Loading...