Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan di Sabang, Zulkifli Adam Serahkan Dua Sertifikat Tanah ke Penyidik

Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan di Sabang, Zulkifli Adam Serahkan Dua Sertifikat Tanah ke Penyidik

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mantan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam yang juga tersangka korupsi pengadaan lahan untuk komplek perumahan guru, kembali menjalani pemeriksaan. Zulkifli Adam diperiksa pagi tadi di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Aceh T Rahmatsyah mengatakan, sejauh ini penyidik telah memiliki nilai asumsi kerugian negara atas kasus tersebut yakni mencapai Rp 1 miliar lebih.

Namun begitu, Jaksa tetap menunggu hasil penghitungan resmi kerugian negara yang dalam hal ini dilakukan oleh Inspektorat Aceh.

Rahmatsyah juga mengatakan, selain melanjutkan pemeriksaan, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Sementara Zulkifli Adam sendiri menyerahkan dua sertifikat tanah miliknya kepada penyidik yang nilai tanah itu dianggap cukup sebagai pengganti potensi kerugian negara dari kasus tersebut.

“Dua sertifikat itu letak lahannya di Sabang dan dengan nilai mencukupi untuk menutupi potensi kerugian negara,” kata Rahmatsyah.

Seperti diberitakan, Zulkifli Adam telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2018 lalu. Selain dia, penyidik juga menetapkan M, panitia pengandaan tanah saat itu, sebagai tersangka.

Kejaksaan menemukan bahwa pembebasan lahan tersebut menggunakan anggaran Pemerintah Sabang tahun 2012 dengan pagu Rp 1,6 milliar.

Tanah yang dibebaskan untuk pembangunan komplek rumah guru itu diketahui milik mantan Zulkifli Adam.

Dia diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan yang menyebabkan terjadinya kerugian negara.

“Jadi harga tanah yang dibebaskan tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau lebih mahal, di atas harga pasaran,” kata Kepala Kejati Aceh, saat itu dijabat Chaerul Amir.

Dugaan penggelembungan harga tanah ini, menurut penyidik jaksa telah direncanakan pada saat tersangka tersangka masih menjabat sebagai anggota DPRK Sabang.

Baca juga:

“Jadi pada saat perencanaan, penganggaran dan pembahasan telah dilakukan pada saat itu. Dan ZA (Zulkifli Adam) waktu itu masih menjadi anggota DPRK Sabang. Kemudian pada saat ZA menjabat wali kota, tanah itu baru dibebaskan,” ujarnya.

Berdasarkan harga pasaran, di wilayah tersebut harga tanah berkisar antara Rp 60 hingga 70 ribu per meter. Namun, pada fakta yang ditemukan penyidik, tanah tersebut dibebaskan dengan harga Rp 170 ribu per meter dengan luas lahan 9.437 meter persegi.

Sementara Zulkifli juga telah memberikan penjelasannya terhadap status tersangkanya tersebut.

Dia menilai jaksa keliru menetapkannya sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan komplek guru SMP di Desa Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, itu.

Zulkifli berdalih bahwa pembebasan lahan tersebut dilakukan sebelum dia menjadi wali kota.

“Saat itu Wali Kota Sabang Pak Zulkifli Hasan, jadi memang ada kesamaan nama sedikit dengan saya,” katanya pada BERITAKINI.CO, Selasa (9/10/2018).

Baca: Heboh, Akun FB Istri Mantan Wali Kota Sabang Unggah Foto Suaminya Bersama Wanita Lain

Zulkifli Adam mengungkapkan bahwa penetapan izin lokasi pembebasan lahan tersebut dilakukan pada masa Zulkifli Hasan.

“Saya kan dilantik pada 17 September 2012. Sementara pembebasan lahan itu pada Juni 2012. Artinya pada saat itu saya belum jadi wali kota. Tapi kebetulan namanya sama-sama Zulkifli,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...