Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa: Jaksa Tetapkan PPTK BPBA Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa: Jaksa Tetapkan PPTK BPBA Jadi Tersangka

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri Pidie Jaya menetapkan satu tersangka baru korupsi pada proyek Jembatan Pangwa, hingga total kasus ini telah menjerat empat orang tersangka.

Tersangka baru itu adalah TRA, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BPBA pada Proyek Jembatan Pangwa tahun 2017 tersebut.

Kajari Pidie Jaya Mukhzan menjelaskan, penyidik telah mendapatkan dua alat bukti yang cukup atas keterlibatan TRA tersebut.

“TRA selaku PPTK tidak optimal dalam melaksanakan tugasnya terutama dalam hal pengendalian kegiatan secara menyeluruh, di antaranya dia mengetahui dan menyadari jika rekanan pelaksana maupun pengawas mempekerjakan personil inti/tenaga ahli yang tidak sesuai dengan yang ada dalam SKA yang dicantumkan dalam kontrak penawaran,” ungkap Mukhzan, Kamis (8/4/2021).

Lihat: Kejari Pidie Jaya Bakal Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Jembatan Pangwa

Namun TRA tetap membiarkan dan terus melakukan rapat-rapat dan koordinasi dengan personil inti/ahli sebagaimana dimaksud untuk progres-progres pekerjaan.  

“Bahkan pada saat dilakukan pengecoran plat lantai pada 5 Oktober 2018, PPTK ini juga tidak hadir ke lokasi, hanya menghubungi konsultan pengawas untuk mengawasi pelaksanaan pengecoran,” katanya.

Seharusnya, kata Mukhzan, PPTK hadir menyaksikan pengecoran dan menyaksikan pengisian kubus beton bersama kontraktor dan konsultan pengawas, sebagai sampel untuk dibuat benda uji yang akan digunakan sebagai bahan uji laboratorium.

Tapi PPTK hanya berpedoman pada uji kuat tekan beton yang dikeluarkan oleh laboratorium konstruksi dan bahan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala sebagai bahan untuk proses pembayaran kepada penyedia jasa. 

Di mana uji kuat tekan beton yaitu mencapai K-350, sementara kubus yang diuji oleh laboratorium tersebut tidak dicek oleh PPTK sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

“Apakah kubus tersebut berasal dari pengecoran plat beton Jembatan Pangwa atau dari tempat lain yang dibawa oleh kontraktor,” katanya.

Meski begitu, PPTK tetap menandatangani dokumen-dokumen terkait pembayaran untuk rekanan. 

Diberitakan sebelumnya, jaksa telah menyelidiki kasus ini sejak 1 Oktober 2020 lalu. 

Di mana jaksa telah menemukan kualitas mutu beton plat lantai pada Jembatan Pangwa itu yang tidak memenuhi spesifikasi dan berpotensi terjadi total loss.

Pada 23 Februari 2021 lalu, penyidik kejaksaan pun menetapkan tiga orang tersangka.

Mereka masing-masing, MAH selaku rekanan pelaksana pembangunan kontruksi jembatan sekaligus Dirut PT Zarnita Abadi, kemudian AZH dan Mur masing-masing rekanan pengawas dan pemilik CV Trikarya Pratama Colsuntan.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...