Dugaan Korupsi Genset: Wadir RSUD Langsa Cs Kembalikan Kerugian Negara, Jaksa: Proses Hukum Tetap Berlanjut

Dugaan Korupsi Genset: Wadir RSUD Langsa Cs Kembalikan Kerugian Negara, Jaksa: Proses Hukum Tetap Berlanjut

BERITAKINI.CO, Langsa | Kejaksaan Negeri Langsa menerima titipan uang senilai Rp 200 juta lebih dari empat tersangka tindak pindana korupsi pengadaan mesin genset RSUD Langsa.

Meski telah mengembalikan uang atas kerugian negara tersebut, kejaksaan memastikan proses hukum terhadap ke empat tersangka terus berlanjut.

"Kami telah menerima titipan uang pengembalian kerugian negara dari keluarga tersangka didampinggi penasehat hukumnya," kata Kepala Kejaksaan Negeri Langsa melalui Kasie Pidana Khusus, M Fahmi, kemarin.

Ia pun mengatakan bahwa dalam waktu tidak terlalu lalu, perkara ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Sementara, kuasa hukum ke empat tersangka diwakili HA Muthallib bersama Dr Darwis Atanami mengatakan, pengembalian kerugian negara merupakan itikad baik dari kliennya.

"Setidaknya dapat menjadi pertimbangan dalam menjalani proses hukum yang sedang dijalani mereka," sebut HA Muthalib.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Negeri Langsa beberapa waktu lalu menahan Wakil Direktur Administari RDUD Langsa Azhar Pandepotan, seorang ASN bernama Dedi Iskandar, dan dua rekanan yakni Dony Sukma serta Sutrisno.

Baca: Wadir RSUD Langsa Ditahan Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Mesin Genset Rp 1,8 Miliar

Penahanan itu atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasinya pada RSUD Langsa tahun 2016.

Di mana, hasil audit BPK RI menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 269,6 juta. | PUTRA ZULFIRMAN

Rubrik

Komentar

Loading...