Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, MaTA Minta Penyidik Buru Tersangka Baru

Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, MaTA Minta Penyidik Buru Tersangka Baru

BERITAKINI.CO, Pidie Jaya | Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, diminta mengusut tuntas dan melakukan penyidikan baru dalam skandal korupsi pengadaan furniture nurse station di ruang rawat inap RSUD Pidie Jaya.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, Rabu (31/10/2018).

Baca: Jadi Tersangka, Rekanan Pengadaan Furniture di RSUD Pijay Dijebloskan ke Penjara

Menurut Alfian, pelaku dalam kasus korupsi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016 tersebut, tidak hanya dilakukan oleh dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik perlu segera untuk menetapkan tersangka baru, terutama di level birokrasi, di mana menjadi tanggungjawab adminitrasi dan proses pengadaan,” kata Alfian kepada BERITAKINI.CO.

Dalam study sebuah kasus tindak pidana korupsi, kata Alfian, konteks pengadaan barang dan jasa, Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), menjadi tempat penyidik dalam menggali dan mengembangkan kasus sehingga terungkap secara menyeluruh.

Baca: Dugaan Korupsi Furniture RSUD Pijay, Dewan Minta Penyidik Periksa KPA dan PPTK

Dalam melakukan pengembangan keterlibatan pihak lain, menurut Alfian, penyidik juga tidak kesulitan untuk menetapkan tersangka baru. Pasalnya, tim penyidik diyakini Alfian telah mengantongi alat bukti baru dari dua tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kejaksaan dapat mempercepat penetapan tersangka selanjutnya. Di mana dari penetapan tersangka sebelumnya penyidik sudah tentu mendapat petunjuk dan alat bukti yang cukup,” ujarnya.

Alfian meminta Kejaksaan Pidie Jaya agar serius mengusut kasus korupsi furniture di RSUD Pidie Jaya yang merugikan nergara mencapai Rp 250 juta.

“MaTA berkomitmen mengawal kasus tersebut dari sejak penyelidikan sampai putusan di pengadilan Tipikor nantinya,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejari Pidie Jaya baru saja menetapkan sekaligus menahan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan furniture di ruang rawat inap RSUD setempat.

Dua tersangka tersebut masing-masing Hasan Basri Bin A Jalil, selaku pengendali CV Aceh Daroy Indah, dan Jailani Bin M Gade, pelaksana pekerjaan.

Namun, sejauh ini penyidik kejaksaan belum ‘menyentuh’ pejabat terkait dalam proyek pengadaan furniture nurse station di ruang rawat inap RSUD Pidie Jaya itu. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...