Dugaan Jual-Beli Ijazah Palsu, Polisi Periksa Kadis dan Tiga Staf Disdik Bener Meriah

Dugaan Jual-Beli Ijazah Palsu, Polisi Periksa Kadis dan Tiga Staf Disdik Bener Meriah
Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah Sukur

BERITAKINI.CO, Redelong | Kasus dugaan jual-beli ijazah palsu paket A, B dan paket C di Bener Meriah telah masuki babak baru.

Polisi turun tangan dan telah memeriksa sejumlah orang di Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Lihat juuga: Jual-Beli Ijazah Palsu di Bener Meriah, Kadisdik Terima Rp 5 Juta per Lembar?

“Persoalan ini sebenarnya sudah menjadi ranahnya polisi, ada tiga staf kita yang sudah diperiksa melalui tahap penyelidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bener Meriah Sukur dalam konfrensi pers di ruang kerjanya, Kamis (14/1/2021).

Selain tiga staf tersebut, kata Sukur, dia juga telah diperiksa oleh polisi.

“Selain tiga staf, saya juga sudah dimintai keterangan oleh kepolisian meskipun tidak secara surat resmi, saya dimintai keterangan di kantor saya ini,” sebutnya.

Sementara itu, ia mendesak pihak kepolisian setempat untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan peredaran ijazah tersebut.

“Meski saya tidak membuat laporan polisi, perlu saya ulangi ini sudah menjadi ranahnya polisi untuk mengusut tuntas, tapi kalau memang harus saya membuat laporan polisi, itu akan saya lakukan,” katanya.

Terkait dugaan ijazah palsu yang beredar, kata Sukur pihaknya sudah menahan 18 lembar ijazah yang diduga palsu.

“Saya tidak bisa menyebut berapa ijazah yang beredar, namun diperkirakan lebih dari yang kami tahan saat ini,” sebutnya.

Ia mengakui, selain Bener Meriah, peredaran dugaan ijazah palsu tersebut bahkan tidak tertutup kemungkinan telah menyebar ke daerah pesisir.

“Tidak tertutup kemungkinan itu bisa saja terjadi, intinya ini harus segera terungkap agar tidak menjadi bom waktu pada suatu saat nanti, karena jika tidak terungkap maka suatu saat pemalusan ijazah ini akan kembali menjadi peroalan,” harapnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...