Duduk Lebih 10 Jam Ternyata Berbahaya, Beresiko Kematian

Duduk Lebih 10 Jam Ternyata Berbahaya, Beresiko Kematian

BERITAKINI.CO, | Pandemi Covid-19 membuat aktivitas seperti sekolah dan bekerja dilakukan dari rumah alias WFH (work from home).

Meski rasanya memang jauh lebih nyaman, namun kebiasaan baru tersebut memberikan efek yang sangat signifikan pada kesehatan fisik. Salah satunya, dampak dari duduk terlalu lama melebihi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan WHO (World Health Organization).

Rekomendasi tersebut dipublikasi dalam British Journal of Sports Medicine edisi khusus sebagai pedoman kesehatan global baru tentang aktivitas selama harus berada di rumah. Dalam jurnal disebutkan bahwa aktivitas fisik bisa menangkal risiko kematian dini.

"Orang masih bisa melindungi kesehatan mereka, dengan mengimbangi efek berbahaya duduk terlalu lama dan tidak melakukan aktivitas fisik," jelas peneliti Profesor Emmanuel Stamatakis, Pakar Aktifitas Fisik dan Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney.

Berdasarkan riset yang dilakukan pada 44.000 orang di empat negara, rata-rata duduk terlama bisa mencapai lebih dari 10 jam. Durasi duduk ini meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

Untuk itu, peneliti juga menambahkan 30 hingga 40 menit melakukan aktivitas fisik intensitas sedang ternyata bisa mengimbangi dan mengurangi risiko kematian ini.

"Ada banyak pilihan aktivitas di dalam ruangan yang tidak memerlukan banyak alat, seperti menaiki tangga, bermain dengan anak-anak atau hewan peliharaan, menari atau kelas yoga maupun pilates online " jelas Prof. Emmanuel.

Panduan organisasi kesehatan dunia WHO merekomendasikan aktivitas fisik 150 hingga 300 menit sehari dengan intensitas sedang, dan 75 hingga 100 menit melakukan aktivitas berat. Di sisi lain, Prof. Emmanuel mengatakan semua itu tetap lebih baik untuk kesehatan Anda daripada tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Sementara itu, rekomendasi untuk orang dewasa yang hidup dalam kondisi penyandang disabilitas atau disabilitas usia berapa pun, disarankan tetap melakukan aktivitas penguatan otot, seperti mengangkat beban, pemanasan, dengan intensitas sedang maupun selama dua hari sekali.

Untuk lansia berusia 65 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik yang berfokus pada keseimbangan fungsi dan latihan beban dengan intensitas sedang tiga hari sekali selama seminggu. Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan fungsi organ, dan mencegah terserang penyakit jantung.

Sementara untuk lansia perempuan serta ibu hamil, disarankan untuk secara rutin melakukan aktivitas fisik seperti aerobik di dalam ruangan atau latihan otot panggul dan kaki. | KUMPARAN

Rubrik
Sumber
kumparan

Komentar

Loading...