Dua Strategi Penting Bagi Aceh untuk Lindungi Sumberdaya Laut

Dua Strategi Penting Bagi Aceh untuk Lindungi Sumberdaya Laut

Banda Aceh | Ahli kelauatan internasional asal Amerika Serikat Todd Capson mendorong Aceh memiliki kebijakan pengelolaan kawasan perlindungan laut dan pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk melindungi sumber daya lautnya.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertema “Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjuatan” yang diselenggarakan oleh Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera dan WWF Indonesia di Hotel Arabia Banda Aceh, Selasa (31/10/2017).

Hadir juga dalam diskusi itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, T Diauddin, papa Panglima Laot, dan sejumlah aktivis lingkungan yang bekerja di bidang kelautan.

“Kawasan Perlindungan Laut atau Marine Protecting Area (MPA) dan pengelolaan perikanan berkelanjutan adalah dua strategi penting untuk dilakukan dalam rangka melindungi sumber daya laut,” katanya.

Keberadaan MPA terbukti meningkatkan sumber ikan di dalam dan di sekitar kawasan sehingga itu akan menguntungkan nelayan.

Di seluruh dunia saat ini ada 3 juta hektar MPA dengan target ideal 14 juta hektar. MPA adalah managemen perlindungan kawasan dimana di dalam kawasan ini semua spesies laut dilindungi karena mereka memiliki arti penting bagi ekosistem.

Todd mengatakan Indonesia khususnya Aceh bisa mengakses pembiayaan pengelolaan MPA dari donatur internasional. “Harus kreatif. Tunjukan keunikan MPA disini dan harus diiringi dengan penguatan komunitas.”

Setelah sukses mengembangkan pusat riset kelautan di Panama, saat ini Todd beralih ke Senegal dalam sebuah pilot project untuk mengukur fenomena pengasaman air laut yang akan berdampak dahsyat pada ekosistem kelautan dan pada kehidupan manusia pada umumnya.

“Saya mengingatkan soal ancaman pemanasan global bagi ekosistem laut yang memicu meningkatnya keasaman di laut. Peningkatan suhu laut akan memicu ikan pindah ke wilayah yang suhunya lebih dingin. Indonesia rentan dengan dampak pemanasan global,” kata Todd.

Dalam diskusi ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, T. Diauddin  menyatakan kesiapannya jika Todd Capson bisa membantu  memperkuat pengelolaan MPA yang ada di Aceh. Saat ini Aceh memiliki setidaknya 8 MPA tersebar di beberapa kabupaten di Aceh.

Aceh memiliki wilayah pesisir dan laut terbesar di Pulau Sumatera. Aceh memiliki 18 kabupaten/kota di wilayah pesisir dengan panjang garis pantai Aceh 2.666,27 km, luas wilayah laut kewenangan 43.339,83 km2, luas hutan mangrove 30.907,41 ha, luas terumbu karang  15.124,57 ha dan luas lamun 539,68 ha. Jumlah penduduk Aceh pada tahun 2010 adalah 4.494.410 jiwa dengan jumlah nelayan Aceh 64.466 orang serta dengan jumlah armada penangkapan 16.492 unit.

Dalam pembukaannya, Wakil Konsul AS untuk Sumatera Tamra Greig menyampaikan bahwa “Pemerintah Amerika telah bekerjasama dengan LSM di Aceh untuk program konservasi hutan tropis dan satwa-satwa liarnya namun dengan program IIP Speaker dari Kementerian Luar Negeri AS ini kami juga ingin menunjukkan dukungan dalam pengelolaan kawasan laut di Sumatera, khususnya Aceh yang juga sangat penting untuk dijaga bersama.”

Rubrik

Komentar

Loading...