Dua Rumah Bantuan Dinas Peternakan Bener Meriah Rata dengan Tanah, Diduga Dibakar OTK

Dua Rumah Bantuan Dinas Peternakan Bener Meriah Rata dengan Tanah, Diduga Dibakar OTK

BERITAKINI.CO, Redelong | Dua rumah bantuan Dinas Peternakan Bener Meriah rata dengan tanah, diduga dibakar OTK.

Rumah yang berada di Kampung Simpur, Kecamatan Mesidah, Bener Meriah, tersebut selama ini berfungsi sebagai tempat tinggal penjaga ternak.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Mesidah Ipda Taufik Kurniawan mengatakan, kebakaran diperkirakan terjadi kemarin siang. 

“Kita menerima laporan sekira pukul 15.00 WIB, kemarin. Hari ini kita bersama Koramil Bandar dan pihak Kecamatan Mesidah sudah turun ke lapangan untuk meninjau lokasi,” kata Taufik, Minggu (15/11/2020).

Dikatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut, karena rumah saat itu dalam keadaan kosong.

“Saat ini Kepolisian Sektor Mesidah sedang melakukan penyelidikan. Ini merupakan kedua kalinya rumah penjaga terbakar, intinya kasus ini sedang kita tangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Peruweren (peternakan) atau yang sering disebut Pengulu Uwer, Nadli, saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengatakan, kebakaran yang sama pernah terjadi pada 17 Agustus 2019 lalu.

Saat itu, ada tiga unit rumah penjagaan di kawasan tersebut yang terbakar. Sama seperti yang terjadi kemarin, pihaknya juga tidak mengetahui penyebab kebakaran pada saat itu.

“Kemarin juga rumah penjagaan dalam keadaan kosong, biasanya kami di sini saling bergantian untuk menjaga ternak, kebetulan kemarin tidak ada orang, saya juga tidak tahu kenapa ini terbakar,” ungkapnya.

Ditambahkan, ada sebanyak 487 ternak jeni kerbau dan sapi milik warga yang ada di kawasan peternakan tersebut.

“Kami menjaga ternak di sini saling bergantian, kalau rumah penjagaan ini dibangun oleh Dinas Peternakan Bener Meriah. Kalau isi rumah hanya selimut-selimut milik anggota saya,” katanya.

Diduga Sengaja Dibakar

Sementara itu, Syamsuddin Camat Mesidah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menduga dua rumah tersebut dibakar oleh OTK.

“Kami menduga pembakaran tersebut dilakukan akibat adanya upaya penertiban lahan peternakan yang saat ini digarap sebagai lahan perkebunan kopi oleh puluhan oknum masyakat,” katanya.

Menurutnya, dugaan pembakaran juga sempat tarjadi pada 2019 lalu. “Saat ini kembali terbakar dan diduga sengaja dibakar,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini sudah puluhan masyarakat yang menggarap lahan tersebut sebagai lahan perkebunan.

“Anehnya, sebagian mereka mendapatkan surat seporadik dari kepala Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama. Padahal, kawasan tersebut berada di wilayah Mesidah,” ungkapnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...