Dua Pemasang Spanduk Aceh Merdeka di Pidie Divonis Setahun dan Delapan Bulan Penjara

Dua Pemasang Spanduk Aceh Merdeka di Pidie Divonis Setahun dan Delapan Bulan Penjara

BERITAKINI.CO, Sigli | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli memvonis dua terdakwa pemasangan spanduk Aceh Merdeka, Nasruddin bin A Wahab dan Zulkifli bin Rasyid masing-masing, setahun dan delapan bulan penjara.

Keduanya dinilai terbukti melakukan tindak pidana makar dengan sengaja memasang spanduk Aceh Merdeka yang berisikan ajakan untuk memisahkan diri dengan Indonesia.

Sidang pembacaan putusan itu berlangsung Jumat (21/5/2021), yang dihadiri terdakwa secara virtual.

"Para terdakwa terbukti melakukan tindak pidana makar sebagaimana dakwaan alternatif ke-satu Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Dahnir.

Putusan yang dibacakan majelis hakim PN Sigli tersebut sama seperti tuntutan JPU, sehingga JPU menerima putusan tersebut. 

Terpisah, penasehat hukum para terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Syahrul mengatakan masih melakukan musyawarah dengan para terdakwa atas putusan tersebut. 

"Kami masih pikir-pikir, apakah terima atau akan dilakukan upaya banding," ujar Syahrul. 

Seperti diketahui, Nasruddin dana Zulkifli ditangkap pihak kepolisian karena makukan tindakan makar. 

Kedua tersangka terlibat memasang spanduk bertuliskan, “Kamoe Simpatisan ASNLF, Menuntut Aceh Pisah Dengan Indonesia, Acheh Merdheka (Kami simpatisan ASNLF menuntut Aceh pisah dengan Indonesia, Aceh merdeka)”, dengan latar belakang gambar bendera bulan bintang.

Spanduk terebut dipasang di beberapa lokasi di wilayah kawasan Gampong Glee Gapui, Kecamatan Indrajaya, Pidie. 

Proses pemasangan pun direkam di lantas videonya disebar oleh akun Youtube Asnawi Ali.

Rubrik

Komentar

Loading...