Dua Koruptor Alkes Abdya Belum Dieksekusi, Ini Alasan Kajari

Dua Koruptor Alkes Abdya Belum Dieksekusi, Ini Alasan Kajari
Kejari Abdya Abdul Kadir

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya belum juga mengeksekusi Ramli Bahar dan Safrial, tervonis korupsi pada pengadaan Alat Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Peukan Abdya.

Pada 19 Oktober 2016 lalu, Mahkamah Agung (MA) telah memvonis keduanya bersalah dan dihukum masing-masing 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Namun Kejari Abdya belum juga mengeksekusi kedua koruptor tersebut.

Baca: MA Vonis Mantan Sekda Abdya 6 Tahun Penjara

“Yang kita terima itu tembusan dari petikan putusan MA,” alasan Kajari Abdya Abdul Kadir yang dikonfirmasi pada BERITAKINI.CO, Kamis (15/6/2017).

“Jadi kita mengklarifikasi ke Pengadilan Tinggi, ternyata belum terima juga.”

Menurut Abdul Kadir, seharusnya mereka mendapat relas (surat) petikan resmi dari pengadilan tinggi. Tujuannya, kata dia, untuk menjaga supaya petikan yang diterima itu asli dari MA.

“Kita perpedoman pada KUHAP. Jadi kita memperhatikan azas kehati-hatian supaya jangan salah karena ini kasus menarik perhatian publik,” katanya.

Abdul Kadir mengatakan, jika memang mereka sudah menerima relas petikan resmi itu, maka proses eksekusi akan dilakukan secepatnya.

“Asal sudah ada relasnya, kita langsung eksekusi. Mungkin bisa ditanyakan ke PT,” katanya.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh mengatakan, pemberitahuan putusan tersebut telah diberitahukan ke Kejari Abdya.

“Pemberitahuan petikan itu sesungguhnya relas resmi, ada stempel basah kok. Tapi kalau salinan putusan resmi memang belum kami terima,” kata Jumat (16/6/2017).

Pemberitahaun petikan kasasi itu, kata Eddi, juga sudah lama disampaikan pihaknya, baik pada jaksa, tervonis dan pengacaranya.

Eddi juga mengatakan, ihwal pemberitahuan putusan pengadilan, bukan dilakukan oleh di pengadilan tinggi, tapi pengadilan negeri.(*) 

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...