Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat Mangkir dari Panggilan Polisi

Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat Mangkir dari Panggilan Polisi

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Dua direktur rumah sakit manggkir dari panggilan penyidik Polres Aceh Barat.

Keduanya adalah Direktur RSU-CND Meulaboh, Furqansyah, dan Direktur rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Teuku Rahmat Iriansyah.

Sejatinya mereka akan diperiksa pada Rabu (10/10/2018) atas dugaan pengelolaan limba Bahan Beracun Berbahaya (B3) tidak sesuai standar yang berakibat pencemaran limbah.

Baca: Pengelolaan Limbah Diduga Tak Sesuai Standar, Penyidik Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

Selain dua orang itu, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik Rumah Sakit Swasta Montela Syarifah Meri Mirna pada Kamis, 11 Oktober 2018.

KBO Reskrim Ipda P Pangabean mengatakan, ketiga direktur rumah sakit tersebut mengaku tidak berada di tempat.

“Jadi dijadwalkan kembali besok dua orang direktur akan diperiksa, sementara satunya lagi tanggal 14 Oktober,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Direktur RSU-CND Meulaboh Furqansyah, kata Pangabean, sedang berada di Kota Sabang. Dia dan pemilik Rumah Sakit Swasta Montela, Syarifah Meri Mirna akan diperiksa besok berbarengan.

Sementara Direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat Teuku Rahmat Iriansyah mengaku sedang berada di Makasar, karena itu pemeriksaannya ditunda hingga 14 oktober 2018.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan pengolaan limbah B3 yang berada di tiga rumah sakit tersebut, diketahui bahwa bangunan tempat penyimpanan sementara itu diduga tidak sesuai standar yang berlaku. Polisi juga telah menyegel area penempatan limbah medis tersebut sejak Agustus 2018 lalu. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...