Dua Aksi Tak Digubris, APPA Demo Lagi Kantor Gubernur Aceh

Dua Aksi Tak Digubris, APPA Demo Lagi Kantor Gubernur Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Aceh (APPA) kembali melakukan aksi demonstrasi jilid III di halaman Kantor Gubernur Aceh, Jumat (29/01/2021).

Massa aksi mendesak Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk menindaklanjuti tuntutan-tuntutan yang selama ini telah mereka suarakan.

Dalam aksinya, belasan massa yang menggunakan pakaian serba hitam itu juga masih membawa spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka terhadap Pemerintah Aceh.

Koordinator Lapangan Aksi APPA Jilid III dalam orasinya mendesak gubernur Aceh untuk menemui massa aksi.

"Kami ingin Pak Nova turun untuk menjelaskan kepada kami apa urgensinya pemberian dana hibah kepada 100 OKP tersebut," kata Koordinator Lapangan Aksi APPA Jilid III Hasbar Kuba.

APPA, kata dia, tidak akan pernah bosan menyampaikan tuntutan-tuntutan tersebut sampai gubernur menindaklanjutinya.

"Tuntutan sederhana kami hanya meminta gubernur membentuk tim pengawas terhadap dana hibah yang diberikan kepada 100 OKP tersebut karena rakyat Aceh butuh transparansi," katanya.

Selain itu, APPA juga meminta agar gubernur Aceh memberi sanksi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap penggunaan anggaran tersebut.

"Selama ini, OKP-OKP tersebut hanya membuat seminar yang sama sekali tidak memiliki urgensi dan dampak terhadap penanganan covid-19 di Aceh," kata Hasbar.

Di samping dana hibah, APPA juga mempertanyakan anggaran refocusing Covid-19 yang mencapai Rp 1,7 triliun yang dinilai tidak ada transparansinya.

"Sudah hampir setahun Covid-19 melanda Aceh, tapi saya belum melihat langkah pasti penanganan Covid-19 dari Pemerintah Aceh," kata Hasbar.

Di akhir orasinya, ia menyampaikan apabila tuntutan-tuntutan ini tak kunjung ditindaklanjuti, APPA siap lakukan aksi hingga berjilid-jilid.

"Ini bentuk kekecewaan kami kepada Pemerintah Aceh yang tidak berani mempublikasikan LPJ kepada publik," kata Hasbar. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...