Dr Effendi Hasan: Kebuntuan Politik Eksekutif-Legislatif Aceh Mulai Mencair

Dr Effendi Hasan: Kebuntuan Politik Eksekutif-Legislatif Aceh Mulai Mencair
Dr Effendi Hasan | Foto: antaranews.com

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pengamat politik dan pemerintahan Dr Effendi Hasan MA menilai kebuntuan politik antara eksekutif-legislatif Aceh mulai mencair.

Momentum ini pun dinilai tepat untuk merajut kembali relasi dua lembaga sehingga bisa bekerja untuk membangun Aceh.

DPRA, kata Effendi, telah menunjukkan dukungannya dengan membuka diri bagi eksekutif.

Para rapat paripurna pelantikan Nova Iriansyah sebagai gubernur Aceh, misalnya, DPRA terlihat menghendaki adanya hubungan yang saling mendukung dan sinergi antara legislatif dan eksekutif.

“Ini jadi catatan penting bagi Nova untuk memperbaiki hubungan dengan DPRA, karena kebijakan-kebijakan pak gubernur ke depan itu tidak mungkin dilakukan tanpa ada proses perencanaan dengan pihak DPRA,” kata Effendi Hasan, Jumat (6/11/2020).

Effendi mengingatkan bahwa Pemerintahan Aceh terdiri dari dua elemen penting yaitu eksekutif dan legislatif.

Karena itu, sinergi merupakan faktor fundamental yang mutlak dibutuhkan, jika ingin roda pembangunan bisa berjalan.

Apalagi, untuk menjalankan agenda-agenda pembangunan, diperlukan energi yang besar.

"Jadi tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu kelompok," katanya.

“Jadi saya pikir kemarin itu dukungan dari pihak DPRA dan Mendagri itu jadi hal positif bagi Nova, dan bagi saya melihat dukungan kemarin itu jadi pertanda proses mencair hubungan antara eksekutif dan legislatif sudah berjalan.".

Anggaran 2021

Effendi Hasan menilai bahwa proses penganggaran tahun 2021 menjadi salah satu indikator membaik atau tidaknya hubungan eksekutif-legislatif. Proses pembahasan yang terhenti selama ini, harus kembali dilanjutkan.

“Dalam APBA 2021, pasti keduanya punya kepentingan, baik eksekutif dan legislatif sesuai dengan konstituen masing-masing. Maka dari itu jangan sampai APBA 2021 itu dipergubkan. Karena yang rugi bukan hanya satu atau dua pihak, melainkan seluruh masyarakat Aceh,” kata Effendi Hasan. | M Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...