DPRK ke Pemkab Aceh Singkil: Kapal Cepat Sudah Dibeli, Mengapa Belum Beroperasi?

DPRK ke Pemkab Aceh Singkil: Kapal Cepat Sudah Dibeli, Mengapa Belum Beroperasi?

BERITAKINI.CO, Singkil | DPRK Aceh Singkil mempertanyakan kebijakan belanja pemerintah daerah tahun anggaran 2019 terhadap sebuah kapal cepat yang sejatinya diperuntukkan melayani rute Singkil-Pulau Banyak-Pulau Banyak Barat.

Ternyata, hingga saat ini kapal cepat yang telah diberi nama KM Tailana, itu belum juga dioperasikan.

Hal ini terungkap dalam laporan pendapat, usul, saran, serta rekomendasi DPRK Aceh Singkil atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2019 yang dibacakan pada paripurna, Rabu, 20 Mei 2020.

Juru Bicara DPRK Aceh Singkil Mairaya mengatakan, moda transportasi yang dibeli untuk menunjang berkembangkan sektor pariwisata Aceh Singkil itu, juga belum memiliki tempat tambat permanen hingga saat ini.

"Sehingga dikhawatirkan kapal cepat ini mengalami kerusakan dan tidak bisa difungsikan," kata Mairaya yang juga ketua Panitia Khusus LKPJ Bupati Aceh Singkil 2019 itu.

Untuk diketahui, KM Tailana dibeli dengan harga Rp 4,5 miliar. Kapal dengan kapasitas 70 penumpang itu dibeli tahun lalu menggunakan dana otsus Kabupaten Aceh Singkil, DIPA Dinas Perhubungan.

Bermesin diesel, kapal itu dinilai mampu memangkas waktu tempuh Singkil-Pulau Banyak menjadi satu setengah jam saja dibanding menggunakan fery yang membutuhkan waktu empat jam.

Keberadaan moda transportasi ini pun dinilai dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor pariwisata, khususnya arus wisatawan ke Pulau Banyak tersebut.

Lihat juga: Singkil-Pulau Banyak Kini Dilayani Kapal Cepat

Sektor pariwisata memang menjadi salah satu sektor yang cukup intens disorot dewan.

Ini karena sektor tersebut dinilai belum juga mampu memberi kontribusi optimal bagi daerah.

Meski sesungguhnya Aceh Singkil memiliki begitu banyak destinasi yang menjanjikan, dari wisata bahari hingga ekologi.

"Akan tetapi, hingga saat ini kami melihat pemerintah daerah kurang serius mengelola aset wisata ini dengan baik. Kita belum melihat berapa besar bidang pariwisata ini menyumbang PAD untuk kesejahteraan masyarakat Aceh Singkil," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...