DPRK ‘Boikot’ Paripurna RAPBK-P, KNPI Aceh Besar: Berhentilah Main 'Petak Umpet'

DPRK ‘Boikot’ Paripurna RAPBK-P, KNPI Aceh Besar: Berhentilah Main 'Petak Umpet'

BERITAKINI.CO, Jantho |  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Besar sangat menyayangkan gagalnya paripurna penyerahan RAPBK-P Aceh Besar 2017 lantaran sebagian besar wakil rakyat tak hadir.

KNPI menilai, fenomena ini sesungguhnya menunjukkan bahwa para pemangku kebijakan sedang bermain “petak umpet” dan terkesan menggadaikan kepentingan rakyat.

"Kenyataan ini sungguh sangat disayangkan mengingat dengan tertundanya pembahasan APBK-P tersebut, tentunya berefek langsung kepada masyarakat,” kata Ketua KNPI Aceh Besar Rahmat Aulia menyikapi munculnya persoalan tarik ulur pembahasan APBK-P 2017 di Aceh Besar, Jumat malam (6/10/2017).

KNPI, kata Rahmat, meminta para pemangku kebijakan untuk segera memulai pembahasan RAPBK-P tersebut. Karena, kata Ramhat, ada sederet program pembangunan yang harus dibiayai dengan APBK-P tersebut. Sementara saat ini, sudah mendekati penghujung tahun anggaran.

"Kita mengetahui bahwa proses ini sesungguhnya telah terlambat dimana Permendagri Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2017 mengharuskan penyerahan Rancangan Qanun APBK-P ini sudah selesai minggu II September lalu," katanya.

Para pemangku kebijakan juga tak boleh lalai dimana saat ini mereka juga sudah dihadapkan dengan agenda pembahasan APBK 2018.

Masyarakat Aceh Besar, katanya, sangat membutuhkan belanja pembangunan tersebut disahkan tepat waktu, dan optimal direalisasikan.

"Jangan korbankan masyarakat hanya karena ego sektoral," kata Rahmat yang juga putra Samahani ini.

Komentar

Loading...