DPRA Resmi Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Nova Iriansyah

DPRA Resmi Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Nova Iriansyah
Inisiator Hak Interpelasi Irfannusir menyerahkan materi interpelasi kepada pimpinan DPRA

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA akhirnya memutuskan untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Keputusan itu diambil lewat paripurna DPRA yang berlangsung, Kamis malam (10/9/2020) yang juga dihadiri Sekda Aceh Taqwallah.

Paripurna diawali dengan penyampaian alasan dan materi interpelasi yang dibacakan salah satu inisiator hak interpelasi DPRA, Irfannusir dari Fraksi PAN.

Terdapat sediktinya 10 alasan mengapa DPRA akhirnya memutuskan untuk menggunakan hak dewan tersebut, yang semuanya mengarah pada dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan Plt Gubernur Aceh Iriansyah dalam menjalankan kebijakan.

Sementara materi interpelasi yang ingin dipertanyakan dewan sebanyak 13 pertanyaan.

Usul hak interpelasi itu ditandatangani 55 dari total 81 anggota DPRA.

Namun DPRA belum menentukan mekanisme jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apakah cukup tertulis atau harus dihadiri langsung Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin saat ditanyai wartawan mengatakan yang terpenting bahwa DPRA telah memutuskan untuk menggunakan hak interpelasi itu.

"Kita lihat mekanismenya. Yang pasti hak interpelasi sudah menjadi keputusan DPRA Aceh untuk meminta keterangan dan jawaban pemerintah," katanya.

Sebelumnya, anggota DPRA Iskandar Usman Alfarlaky sempat meminta pimpinan dewan untuk menentukan mekanisme pemberian jawaban yang diinterpelasikan tersebut.

"Karena ini tidak dihadiri Plt gubernur Aceh, maka pimpinan bisa menentukan waktu, teknis jawaban terkait dengan hak interpelasi tersebut," kata Iskandar saat menyampaikan pendapatnnya di paripurna.

Komentar

Loading...