DPRA Gelar Sidang Lanjutan Interpelasi Terhadap Nova

DPRA Gelar Sidang Lanjutan Interpelasi Terhadap Nova

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA menggelar sidang paripurna lanjutan penggunaan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Jumat (25/9/2020).

Paripurna diagendakan untuk mendengar jawaban Nova Iriansyah atas sejumlah materi interpelasi yang telah disampaikan pada paripurna sebelumnya.

Terdapat sedikitnya 10 alasan mengapa DPRA memutuskan untuk menggunakan hak dewan tersebut.

Semuanya mengarah pada dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan Plt Gubernur Aceh Iriansyah dalam menjalankan kebijakan.

Seperti diketahui, relasi politik Nova Iriansyah dengan DPRA meruncing sejak beberapa bulan terakhir.

Pangkal persoalan boleh dikatakan berawal dari sengkarut pelaksanaan proyek multi years 2020-2022 senilai lebih dari Rp 2 trilun.

Proyek-proyek infrastruktur jalan itu terakomodir dalam Qanun APBA 2020 atas dasar MoU antara pimpinan DPRA periode 2014-2019 dengan Pemerintah Aceh.

DPRA periode 2019-2024 lantas membatalkan MoU tersebut karena menemukan sederet kejanggalan.

Di antaranya, belanja proyek multi years tak pernah dibahas baik itu ditingkat badan anggaran juga tak tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara 2020 yang harusnya diputuskan dalam rapat paripurna. Komisi IV DPRA kala itu juga menolak skema tahun jamak terhadap pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

DPRA periode 2019-2024 lantas menawarkan skema tahun per tahun untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut. Tapi Pemerintah Aceh tetap bersikukuh untuk menjalankannya dengan skema tahun jamak.

Situasi diperkeruh dengan sikap Nova Iriansyah yang menurut DPRA melecehkan lembaga itu. Nova, misalnya, tak pernah hadir dalam rapat-rapat paripurna DPRA. Dewan pun akhirnya menolak laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBA 2019 yang diajukan Pemerintah Aceh. Dengan kata lain, pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran 2019 tersebut sampai saat ini belum sah.

Situasi ini pun telah berimbas ke berbagai lini. Proses perubahan APBA 2020 mentok, pembahasan anggaran 2021 juga tak berjalan. DPRA pun mengiventarisir seluruh kebijakan Nova dan mempertanyakannya lewat interpelasi.

Mulai dari tak jelasnya arah belanja dana refocusing APBA 2020, hingga kebijakan-kebijakan yang dianggap berdampak luas pada masyarakat seperti pemasangan stiker BBM subsidi pada kendaraan rakyat Aceh.

Amatan BERITAKINI.CO, Nova Iriansyah sendiri hadir di paripurna untuk menjawab interpelasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, paripurna masih berlangsung.

Rubrik

Komentar

Loading...