DPRA Gelar Paripurna Bentuk Tiga Pansus dan Pembatalan Proyek Multi Years, Demokrat Walk Out

DPRA Gelar Paripurna Bentuk Tiga Pansus dan Pembatalan Proyek Multi Years, Demokrat Walk Out

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA menggelar rapat paripurna pembentukan tiga panitia khusus (pansus) untuk mengusut sejumlah persoalan menonjol di Aceh, Rabu (22/7/2020).

Paripurna juga dirangkai dengan agenda pengambilan persetujuan pembatalan MoU antara DPRA dan Pemerintah Aceh tentang Proyek Multi Years 2020-2022.

Sementara seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPRA memilih walk out dari ruang paripurna sesaat sebelum pembentukan pansus disahkan.

Adapun tiga pansus yang dibentuk masing-masing Pansus Pembangunan Gedung Oncology RSUD Zainoel Abidin, Pansus Penyaluran Kredit PT Bank Aceh, dan Pansus Pengadaan Barang dan Jasa APBA-2019.

Paripurna diawali dengan pembacaan rancangan surat keputusan ketua DPRA tentang pembentukan tiga pansus tersebut berserta sususan personalianya.

Masing-masing pansus diisi dengan 5 anggota Fraksi Partai Aceh, 2 dari Fraksi Golkar, 2 Gerindra, 2 PPP, 2 PKB-PDA, 1 PAN, 1 PNA dan 1 dari Fraksi PKS.

Jalannya paripurna pembentukan pansus tersebut langsung mendapat interupsi dari sejumlah anggota Fraksi Demokrat, di antaranya Tantawi.

Dia mengatakan, pembentukan pansus-pansus tersebut dinilai tak sepenuhnya bermanfaat, bahkan cenderung hanya menghamburkan uang rakyat.

Dia mencontohkan bahwa persoalan penyaluran kredit PT Bank Aceh Syariah kepada salah satu pengusaha Aceh tersebut sesungguhnya telah ditindaklanjuti oleh komisi III DPRA.

"Ini tugasnya sudah dijalankan komisi III. Tidak ditemukan ada hal-hal yang janggal. Kita sudah panggil pihak bank. Karena itu, pansus yang akan dibentuk ini sangat tidak bermanfaat, menghambur-hamburkan uang rakyat," katanya.

"Kita yang duduk di sini, hendaknya memikirkan yang penting untuk rakyat."

Dia juga membandingkan bahwa DPRA sendiri belum sepenuhnya menyelesaikan tugas internalnya.

"Tugas kita membentuk alat kelengkapan dewan saja belum selesai. Seperti BKD, belum ada kita kerjakan," katanya.

Sementara tentang Pansus Pembangunan gedung Oncology, kata Tantawi, juga sudah masuk ranah hukum.

"Sehingga kita tidak perlu lagi membuat pansus. Karena pekerjaan sia-sia," katanya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat HT Ibrahim saat melancarkan interupsinya mengatakan, fraksinya juga tak sejalan dengan satu agenda lainnya pada paripurna tersebut yakni pengambilan persetujuan pembatalan MoU Multi Years Contract 2020-2022.

"Judul hari ini sudah jelas bahwa agenda paripurna ini juga untuk pembatalan MoU Proyek Multi Years, sementara seluruh masyarakat menolak pembatalan itu," katanya.

"Karena itu kami juga menyatakan menolak semua (agenda), baik itu pembentukan pansus dan pembatalan proyek multi years tersebut. Dan kami akan meninggalkan ruang ini."

Kendati demikian, tiga pansus tersebut akhirnya tetap disepakati untuk dibentuk setelah Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin meminta persetujuan forum.

"Apakah rancangan keputusan DPRA ini dapat disetujui menjadi keputusan DPRA?" tanya Dahlan.

"Dapaaaat," jawab forum paripurna yang didominasi anggota Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...