DPRA Didesak Segera Bahas Anggaran Belanja Periode Terakhir Nova

DPRA Didesak Segera Bahas Anggaran Belanja Periode Terakhir Nova
Koordinator MaTA Alfian

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA belum juga membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Rancangan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2022 yang telah diajukan eksekutif sejak Juli 2021 lalu.

Harusnya, dokumen anggaran itu telah disepakati bersama pada Agustus 2021 lalu yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan bersama Rencana Kerja Anggaran RAPBA 2021.

Tapi faktanya, hingga saat ini, DPRA bahkan belum membawa agenda strategis daerah itu ke badan musyawarah (banmus) untuk penentuan jadwal pembahasan sekaligus alat kelengkapan yang ditugaskan untuk menelaahnya.

KUA merupakan dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode satu tahun.

Sedangkan PPAS adalah program prioritas dan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran-Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD).

Dewan, di antaranya, beralasan macetnya pembahasan anggaran tahun depan itu lantaran para pimpinan DPRA sedang tak berada di tempat.

Baca juga: 

Sudah Oktober 2021, Mengapa DPRA Tak Juga Bahas Rancangan KUA-PPAS 2022?

Tapi alasan ini dinilai terlalu sumir dan terkesan lebih mementingkan kegiatan bermuatan SPPD ketimbang memperjuangkan nasib rakyat yang membutuhkan APBA.

"Rakyat memilih mereka itu sebagai wakilnya bukan untuk mendahulukan kepentingan lain ketimbang kepentingan rakyat," kata Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MATA), Alfian, Jumat (8/7/2021).

Alfian pun menyarankan agar pimpinan DPRA segera menggelar rapat banmus untuk menentukan perangkat pembahas Rancangan KUA PPAS 2022 tersebut.

“Karena masih ada tahapan selanjutnya yang juga membutuhkan waktu untuk membahasnya,” kata Alfian.

Dewan, kata Alfian, harus benar-benar mengoptimalkan perannya mengawasi setiap rupiah yang bakal dibelanjakan eksekutif tahun depan. 

"Artinya tidak hanya soal target memasukan dana pokir mereka, lantas selesai. Tapi harus dikoreksi dan rasionalisasi semua usulan eksekutif tersebut, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan rakyat atau tidak," ujarnya.

Anggaran Periode Terakhir Nova

Alfian juga mengatakan pembahasan anggaran 2022 menjadi menarik lantaran tahun depan merupakan tahun terakhir Nova Iriansyah sebagai gubernur Aceh.

"Pembahasan anggaran 2022 ini sangat menarik ya, karena perlu dipahami gubernur bakal selesai per Juli 2022 dan DPRA tentunya akan berupaya mendapatkan anggaran tertunda yang tidak mampu dikuasai pada tahun sebelumnya," ujarnya.

Jika disimpulkan, kata Alfian, akan terjadi tarik menarik kepentingan yang sangat intens antar dua lembaga di Aceh pada proses penganggaran 2022.

"Oleh karena itu, rakyat Aceh harus memonitoring apa-apa saja yang tidak patut terjadi pada proses anggaran ini jika tidak mau kembali dijadikan sebagai objek saja," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...