DPRA Bentuk Satgas Awasi Kerja-kerja Penanganan Covid-19

DPRA Bentuk Satgas Awasi Kerja-kerja Penanganan Covid-19
Ketua Satgas Pengawasan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 DPRA, Dahlan Jamaluddin

Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah membentuk Satuan Tugas Pengawasan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 melalui Keputusan Pimpinan DPR Aceh Nomor 3/P-I/2020.

Ada 22 anggota dewan yang masuk ke dalam tim tersebut, yang diketuai langsung oleh Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin.

Hari ini, Selasa, (9/4/2020), tim tersebut melaksanakan rapat perdana di ruang rapat Badan Anggaran DPRA. Rapat yang dipimpin oleh Dahlan Jamaluddin itu diikuti oleh seluruh anggota dari semua fraksi.

Dahlan dalam rapat tersebut mengatakan, tim ini dibentuk untuk mengawasi kerja pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh.

DPRA, kata Dahlan, ingin memastikan sejauh mana langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Aceh yang efektif dan efisien dalam penanganan Covid-19.

“Ada 13 rumah sakit rujukan yang ada hari ini. Kita ingin pastikan sudah siap tidak rumah sakit tersebut, APD-nya bagaimana, dokter dan tenaga medisnya bagaimana,” kata Dahlan Jamaluddin.

Dalam rapat tersebut satuan tugas DPRA sudah menyusun beberapa agenda yang akan dilaksanakan, mulai dari rapat dengan Satgas Covid-19 Provinsi Aceh, koordinasi dengan Forkopimda Plus, hingga memastikan kondisi di lapangan. Agenda kerja tersebut merupakan penjabaran dari hasil rapat Badan Musyawarah DPRA pada 23 Maret 2020 lalu.

Menurut Dahlan Jamaluddin, satuan tugas ini nantinya akan dibagi ke dalam beberapa tim untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

Agenda pertama satuan tugas ini adalah melakukan pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Aceh yang diketuai langsung oleh Plt Gubernur Aceh.

Beberapa hal yang akan dipastikan oleh satuan tugas DPRA adalah kondisi pintu masuk Aceh baik laut, darat dan udara; kesiapan rumah sakit berserta tenaga kesehatan; serta kesiapan pelaksanaan tes PCR di Aceh, baik di Laboratorium Kesehatan Universitas Syiah Kuala maupun di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan yang berada di Aceh Besar.

Hal yang tidak kalah pentingnya yang ingin dipastikan oleh satuan tugas adalah kesiapan Pemerintah Aceh dalam penanganan dampak sosial dan ekonomi.

Dalam hal ini, satuan tugas akan memastikan seberapa besar anggaran yang sudah digunakan dan disiapkan Pemerintah Aceh untuk penanganan Covid-19.

“Berapa jumlah orang yang akan ditangani dari dampak Covid-19, apa bentuk intervensi kebijakan yang digunakan dan bagaimana kecukupan sembako. Termasuk bagaimana koordinasi dengan kabupaten, kecamatan hingga ke gampong-gampong,” kata Dahlan Jamaluddin.

Politisi Partai Aceh mengatakan DPRA ingin Pemerintah Aceh berkerja cepat dan tepat. “Insya Allah, semoga rakyat Aceh bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Idulfitri seperti biasa, tanpa ada kendala,” kata Dahlan Jamaluddin.[]

Rubrik

Komentar

Loading...