Dosen Unsyiah Laporkan Situs Harianmerdeka.com ke Polda Aceh

Dosen Unsyiah Laporkan Situs Harianmerdeka.com ke Polda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Herman RN (35), Dosen FKIP Unsyiah melaporkan situs Harianmerdeka.com ke Ditreskrimsus Polda Aceh, Senin (1/10/2018).

Situs ini diduga telah menyebarluaskan secara elektronik informasi mengandung berita bohong, bersifat fitnah dengan menggiring opini publik seakan-akan Herman RN adalah sosok yang anti ibadah zikir.

Dugaan pencemaran nama baik itu dilakukan Harianmerdeka.com melalui berita dengan berjudul, "Astagfirullah! Dosen Unsyiah Ini Mengkritik Ibadah Zikir di Bumi Serambi Mekkah", yang tayang pada 27 September 2018.

Dalam siaran pers yang diterima BERITAKINI.CO dari kuasa hukum Herman RN, Zulfan Pahlawan & Accociates, Harianmerdeka.com dilaporkan dengan delik pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

Salah satu pengacara Herman RN, Anhar Nasution mengatakan, Harianmerdeka.com mengutip sepenggal kalimat dari media online lain, kemudian membuat berita tanpa melakukan klarifikasi kepada kliennya sehingga produk yang dihasilkan sangat tendensius dan tidak layak disebut karya jurnalistik.

"Beritanya seakan-akan klien kami melakukan penistaan agama. Sehingga penggiringan opini publik ini berdampak pada keamanan pribadi dan keluarga klien kami," kata Anhar Nasution.

Selain itu, Anhar juga mengungkapkan dalam berita itu juga ditayangkan beberapa foto pribadi klien mereka tanpa izin dan tidak menyebutkan sumber.

"Media tersebut telah menyimpulkan dan beramsumsi dengan opini sendiri dan membuat keruh suasana dan berimbas terhadap isu sara yang bisa menimbulkan kekacauan dan perpecahan umat Islam," katanya.

Artikel yang ditayangkan di situs, kata Anhar, itu juga terkesan mengadu domba majelis dzikir dengan klien mereka.

"Kami sudah menempuh upaya klarifikasi dengan mengirimkan hak klarifikasi kepada redaksi media itu, namun hingga kini tidak ada upaya klarifikasi tersebut,” ungkapkan.

Bukannya hak klarifikasi, yang ada penggiringan isu yang memberatkan kliennya dengan meminta kliennya hadir ke Pendopo Wali Kota Banda Aceh untuk menjelaskan permasalahan di hadapan majelis dzikir.

“Terlapor berusaha mencatut agenda rutin majelis dzikir dan pengajian gemilang Banda Aceh untuk menutupi kesalahannya karena telah menyebar fitnah,” ujarnya.

Itulah sebabnya, kata Anhar, kliennya meminta agar Harianmerdeka.com dan penulis berita tersebut dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu BERITAKINI.CO belum berhasil terhubung dengan redaksi Harianmerdeka.com. Daftar pertanyaan yang layangkan juga tidak dijawab.

Rubrik

Komentar

Loading...