Doa Akhir dan Awal Tahun dalam Islam

Doa Akhir dan Awal Tahun dalam Islam
Ilustrasi. Merayakan pergantian tahun sebaiknya dilakukan dengan cara yang bermanfaat seperti berdoa. (CNN Indonesia/Safir Makki)

BERITAKINI.CO | Merayakan pergantian tahun dalam Islam sebaiknya dilakukan dengan cara yang bermanfaat seperti berdoa. Berikut doa akhir tahun dan doa awal tahun baru dalam Islam.

Kyai Haji Wahyul Afif Al-Ghafiqi menjelaskan, waktu atau masa adalah ciptaan Allah SWT. Islam mengenal perhitungan waktu berdasarkan peredaran bulan dan matahari. Peredaran bulan dijadikan dasar menghitung tahun Hijriah, sedangkan peredaran matahari jadi dasar perhitungan tahun Masehi.

"Dalam Islam juga dikenal perhitungan waktu berdasarkan peredaran Matahari yang disebut dengan Syamsiyah dan peredaran Rembulan yang disebut sebagai Qomariyah," kata Wahyul kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Dua jenis perhitungan waktu ini digunakan dalam Islam. Misalnya, salat wajib lima waktu dihitung berdasarkan peredaran matahari, begitu juga dengan waktu sahur dan berbuka puasa. Sedangkan perhitungan masuknya bulan Ramadan dan Hari Raya dihitung berdasarkan peredaran rembulan.

Membaca doa saat pergantian tahun dalam kalender Masehi boleh dilakukan. Berdoa bisa dilakukan pada sehari sebelum tahun baru, malam tahun baru, maupun awal tahun.

"Doa yang umum biasanya dibaca di kalangan kaum muslimin untuk akhir dan awal tahun Hijriah. Namun jika ingin membaca doa itu untuk awal dan akhir tahun Masehi/Syamsiyah, pendapat saya, isi doanya bagus dan relevan juga," tutur Wahyul.

Doa apa saja boleh dipanjatkan saat akhir tahun dan awal tahun baru. Umat Islam disarankan untuk berdoa memohon ampunan kepada Allah, meminta perlindungan, dan juga keselamatan dunia akhirat.

Berikut doa akhir tahun 2020

Doa ini diajarkan Nabi Muhammad SAW seperti disebut Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar. Doa ini bisa dibaca pada akhir tahun atau malam tahun baru pada 31 Desember 2020.


اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'autani ilat taubati min ba'di jara'ati 'ala ma'shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma 'amiltu fiha mimma tardha, wa wa'attani 'alaihits tsawaba, fa'as'aluka an tataqabbala minni wa la taqtha' raja'i minka ya karim.

Artinya:

"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintah kan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupus kan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah"

Berikut doa awal tahun 2021

Doa ini juga disebut Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar. Doa awal tahun ini bisa di malam tahun baru atau pada 1 Januari 2021.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fihi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram

Artinya:
"Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia.com

Komentar

Loading...