Dituntut 150 Bulan Penjara, Kakek 78 Tahun Pemerkosa Bocah di Montasik: Ka Habeh Lon

Dituntut 150 Bulan Penjara, Kakek 78 Tahun Pemerkosa Bocah di Montasik: Ka Habeh Lon

BERITAKINI.CO, Jantho | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Besar menuntut M Nur (78) 150 bulan penjara.

Lansia warga salah satu desa di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar itu dinilai bersalah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar Mahkamah Syar’iyah Jantho, Kamis (28/1/2021).

Mendengar tuntutan JPU itu, M Nur pun sempat berujar di muka sidang. “Ka habeh lon (habis lah saya).”

Lihat: Beringas, Kakek 78 Tahun Diduga Perkosa Empat Bocah di Montasik

Setelah mendengar tanggapan terdakwa atas tuntutan JPU, Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho melalui Ketua Majelis Ervi Sukmarwati SHI MH menunda sidang tersebut untuk pembacaan putusan yang dijadwalkan pekan depan.

Seperti diberitakan, berdasarkan dakwaan yang dibacakan JPU)Kejari Aceh Besar, Muhadir pada sidang sebelumnya, perbuatan sang kakek dilancarkan pada 31 Juli dan 3 Agustus 2020 lalu.

Saat itu, M Nur melihat sedikitnya tiga bocah yang bermain di pekarangan rumahnya. Bocah-bocah itu masing-masing berusia, tiga tahun, lima tahun, dan satu lainnya berusia tujuh tahun.

Ketiga bocah tersebut kemudian datang menghampiri M Nur untuk meminta air minum.

Diduga karena melihat kesempatan itu, M Nur langsung menarik tangan mereka, dan merebahkan salah satunya di sebuah risban (semacam tempat tidur) yang ada di depan rumahnya tersebut.

Di sana, M Nur melancarkan aksi cabulnya. Dia membuka celana korban dan menggerayangi alat vitalnya. Tak berhenti di situ, M Nur pun disebut memperkosa korban.

Selesai dengan bocah yang pertama, dia kemudian menarik satu bocah lainnya dan melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan satu bocah lainnya.

Setelah itu, ketiganya diminta meninggalkan kediaman M Nur. Dia juga mewanti-wanti ketiga bocah tersebut agar tak mengatakan perbuatannya itu kepada siapapun.

Lalu pada 3 Agusuts 2020, giliran satu bocah lainnya yang menjadi korban. Bocah yang sedang bermain di pekarangan rumah M NUr tersebut, juga mengalami perbuatan yang sama.

Atas perbuatannya itu, kini M Nur pun dihadapkan dengan ancaman hukum yang belum tentu bisa ditanggung oleh orang seusianya.

Jaksa menjeratnya dengan Pasal 50 jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Pasal 50 qanun tersebut mengatur di antaranya hukum cambuk sebanyak 200 kali atau denda 1.500 gram emas murni, atau paling lama 200 bulan penjara.

Sementara pasal 47 qanun tersebut mengatur hukuman cambuk sebanyak 90 kali, atau 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan.

Rubrik

Komentar

Loading...