Dituding Calo PNS, Dosen Unigha ini Ngaku Dirinya Juga Korban

Dituding Calo PNS, Dosen Unigha ini Ngaku Dirinya Juga Korban
Foto: BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Maimun, pria yang sempat dituding sebagai calo PNS membantah keras tudingan tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers, Senin (8/10/2018) di Banda Aceh.

Didampingi kuasa hukumnya, Maimun justru mengungkapkan bahwa dirinya adalah korban. Pelaku, kata Maimun, sesungguhnya bercokol di Pemerintah Aceh.

"Ceritanya memang panjang dan berliku, dan proses ini memang sedang saya bongkar, karena saya juga sesungguhnya adalah korban," kata Maimun yang juga dosen di Universitas Jabal Ghafur  (Uniga) ini.

Sebelumnya, salah satu korban bernama Anita (26), Senin (24/9/2018) mengungkapkan bahwa dia adalah korban calo PNS.

Hal itu diungkapkannya pada wartawan di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Kepada awak media, korban yang diketahui sebagai warga Gampong Blang Hasan, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie itu, mengaku telah ditipu senilai Rp 130 juta.

Mereka juga diberikan SK bertandatangan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan tanda tangan Sekda Aceh Dermawan pada 2017.

Setelah itu, kata Anita, dirinya tidak pernah ditunjuk bekerja di intansi manapun dan tidak pernah mendapatkan gaji.

"Pelaku bernama Maimun yang berprofesi sebagai dosen. Pelaku juga saudara kami," kata Anita.

Baca: Warga Pidie ini Jadi Korban Penipuan Iming-iming Lulus PNS, Pelakunya Diduga Dosen

Sementara Maimun mengatakan, Anita membongkar hal itu ke publik karena tidak sabar dengan proses (membongkar) yang sedang dijalankan.

Ia pun membantah bahwa dia yang membuat SK palsu yang diterima sejumlah korban.

"Saya dituduh memalsukan tandatangan gubernur, seharusnya kan ini azas praduga tak bersalah. Karena itu saya harus klarifikasi, ini sudah pembunuhan karakter, karena saya yang dituduh YARA memalsukan tandatangan," kata pria yang saat ini tercatat sebagai caleg itu.

Sebenarnya, kata Maimun, banyak yang terlibat dalam perkara tersebut.

"Soal SK, misalnya, itu dibuat oleh oknum di kantor gubernur," katanya.

"Abu Doto bisa menjelaskan, Sekda bisa menjelaskan."

Komentar

Loading...