Dituding Berlaku Diskriminatif Soal Pendirian Rumah Pendeta, Begini Penjelasan Bupati Aceh Singkil

Dituding Berlaku Diskriminatif Soal Pendirian Rumah Pendeta, Begini Penjelasan Bupati Aceh Singkil
Bupati Aceh Singkil Dulmusrid

BERITAKINI.CO, Singkil | Bupati Aceh Singkil Dulmusrid membatah pemerintah berlaku diskriminatif terhadap kalangan umat Kristen di kabupaten itu.

Hal itu disampaikannya saat audiensi via video conference (vidcon) dengan Komnas HAM Aceh, Kamis, 10 September 2020.

Audiensi ini menindaklanjuti pengaduan Forum Cinta Damai yang di antaranya menyatakan mereka kerap merasa tidak aman dan cemas atas tindakan diskirminasi terhadap umat Kristen.

Seperti halnya dalam proses pendirian rumah dinas pendeta yang melayani Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi di Desa Napagaluh, Kecamatan Danau Paris.

Di mana menurut Forum Cinta Damai, panitia pembangunan merasa keberatan atas syarat dari pemerintah untuk pendirian rumah pendeta tersebut.

"Pemerintah sama sekali tak berlaku diskriminatif kepada saudara kita," kata Dulmusrid.

Pemerintah Aceh Singkil, lanjutnya, akan menerbitkan izin pendirian tersebut jika memang sudah semua dokumen sesuai peraturan dilengkapi.

"Asal sesuai dengan SKB Dua Menteri (Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri), Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2016, serta Qanun Aceh Singkil Nomor 8 tahun 2015 tentang Izin Mendirikan Bangunan IMB. Kalau sudah dilengkapi tidak ada alasan kami menolak. Jika sudah lengkap, saya teken jika ada yang yang perlu diteken," katanya.

Dulmusrid juga mengklarifikasi jika persoalan itu belum selesai akan menjadi bom waktu seperti yang pernah terjadi pada 13 Oktober 2015.

"Tidak ada bom waktu di Aceh Singkil, pemerintah yakin Aceh Singkil baik-baik saja, asalkan proses pendirian rumah ibadah, pendirian rumah dinas pendeta, dijalankan sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Ditegaskannya kembali, Pemerintah Aceh Singkil tidak berlaku diskriminatif apalagi mempersulit selagi aturan dijalankan.

"Kita kan negara hukum tentu harus taat dengan aturan," katanya.

Editor

Komentar

Loading...