Disanksi Tak Boleh Ikut Debat, Pasangan Roni Ahmad-Fadlullah Gugat KIP Pidie

Disanksi Tak Boleh Ikut Debat, Pasangan Roni Ahmad-Fadlullah Gugat KIP Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik)-Fadlullah memprotes keputusan KIP Pidie yang menjatuhkan sanksi sehingga pasangan tersebut terancam tak bisa mengikuti debat kandidat.

Kuasa Hukum Pasangan Abusyik-Fadlullah, T Muharramsyah mengatakan, sesungguhnya dasar yang digunakan KIP dan Panwaslih Pidie untuk memberikan sanksi cenderung mengada-ada.

Baca: KIP Hukum Pasangan Roni Ahmad-Fadlullah Tak Boleh Ikut Debat Kandidat

"Tidak ada itu keberatan (menggunakan kopian merah) dari paslon lain di ruang debat kala itu, jadi saksi yang diberikan kepada kami tidak mendasar,” katanya.

Muharram mengatakan, keputusan KIP ini telah menghakimi pasangan mereka sekaligus membuktikan bawah penyelenggara dan pengawas pilkada itu sangat tendensius terhadap pasangan nomor urut dua tersebut.

Muharamsyah juga menuding pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie tidak tegas dalam membuat aturan sehingga debat kandidat yang dilaksanakan di Hotel Grend Blang Hasan, Sigli, pada 7 Januari lalu sempat gaduh dan akhirnya ditunda.

Padahal, aturan yang dibuat KIP pada tehcnical meeting pada 5 Januari lalu jelas tidak menyebutkan adanya larangan memakai kopian merah. Namun pada saat debat publik tiba-tiba diminta untuk menanggalkannya.

Selain itu, kata Muharramsyah, KIP Pidie tidak menanggapi surat rekomendasi yang sampaikan panwaslih setempat menyangkut penyebab penundaan debat publik, namun malah mengeluarkan surat keputusan sanksi kepada paslon nomor urut 2 berupa tidak diperbolehkan lagi mengikuti debat publik dan sisa iklan kampanye tidak ditayangkan lagi.

Kata Muharramsyah, atas putusan sanksi tersebut, mereka akan menggugat KIP Pidie ke Dewan Kehormatan Penelenggara Pemilu (DKPP) untuk memperoleh keadilan.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan melayangkan surat gugatan terhadap KIP ke DKPP Pusat,” katanya.(FZ) 

Rubrik

Komentar

Loading...