Disalah Fungsikan, Distanbun Aceh Temukan Traktor Berada di Gunung

Disalah Fungsikan, Distanbun Aceh Temukan Traktor Berada di Gunung
Alsintan milik Distanbun Aceh yang diduga dikanibal | Foto: Ist

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tim UPTD Mekanisasi Pertanian Distanbun Aceh sedang melakukan penertiban Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang selama ini ditempatkan di kabupaten/kota.

Hal ini menyusul banyaknya alsintan, seperti mesin pembajak sawah dan mesin pemanen padi, yang terbengkalai karena rusak. Tak hanya itu, diketahui juga bahwa banyak alsintan aset provinsi itu, yang kini tak jelas keberadaannya. Tak sedikit juga yang diduga digunakan tidak sesuai peruntukannya.

“Karena itu UPTD Mekanisasi Pertanian terus melakukan penelusuran, kita temukan juga ada traktor yang di bawa ke gunung di kawasan Beutong, Nagan Raya,” kata Kadistanbun Aceh A Hanan pada BERITAKINI.CO, kemarin.

Selain itu, Hanan mengatakan, hasil penelusuran tim di lapangan menemukan banyak alsintan dalam kondisi yang cukup memperihatinkan. Tak sedikit mesin-mesin bantuan APBA maupun APBN itu kini terbengkalai.

“Contoh, ada traktor dan mesin pemanen padi pengadaan 2017 itu sudah mangkrak alias tidak bisa dioperasionalkan lagi. Ada bannya yang tidak ada, ada juga mesinnya dicopot, dan ada alsintan yang rotavatornya itu diangkat,” ungkap Hanan.

Selama ini, kata Hanan, alsintan tersebut dikelola agen-agen di kabupaten/kota. Mereka mengikat kerjasama dengan UPTD Mekanisasi Pertanian Distanbun Aceh.

Pada pelaksanaannya, kata Hanan, pola tersebut ternyata tidak efektif. Banyak mesin-mesin bantuan pemerintah untuk tujuan membantu petani dan meningkatkan produksi pertanian itu, justru tak berfungsi.

Excavator, aset Distanbun Aceh yang ditertipkan di Aceh Utara | Foto: Ist

“Ada juga yang dikanibal, alat dari mesin milik kita di pindah ke mesin lain. Hari ini ada yang sudah mati kontrak, tapi belum balik alatnya. Masak hanya dengan sekali sewa lalu lepas alat yang dibeli dengan Rp 500 juta, ini sangat tidak efektif,” kata Hanan.

Saat ini, kata Hanan, alsintan yang ditemukan terbengkalai, berangsur-angsur ditarik ke provinsi untuk diperbaiki. Sementara untuk sistem pengelolaan ke depan, kata Hanan, akan diatur dengan peraturan gubernur Aceh.

Tujuannya, agar alsintan yang merupakan aset daerah tersebut bisa berfungsi optimal bagi petani, dan menyumbang pendapatan bagi daerah.

Seperti diketahui, sejak 2013 hingga 2018, pemerintah rutin melakukan pengadaan alsintan. Data yang diperoleh BERITAKINI.CO, sedikitnya terdapat 721 alsintan baik itu yang dibeli menggunakan APBA, atau bantuan pusat bersumber dari APBN.

Mesin pemanen padi yang ditertibkan | Foto: Ist

Adapun 721 unit alsintan tersebut terdiri dari traktor besar dan sedang; mesin pemanen besar, sedang dan kecil; hand tractor; power tresher (alat perontok padi); corn sheller (perontok jagung); pompa air; rice transplanter (mesin penanam padi); kultivator; excavator; dan seeder (alat penanam benih). Alsintan ini tersebar di kabupaten/kota di Aceh.

Rubrik

Komentar

Loading...