Dipukuli Oknum Polisi, Anggota DPRA Azhari Cage Melapor ke Polda Aceh

Dipukuli Oknum Polisi, Anggota DPRA Azhari Cage Melapor ke Polda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Komisi I DPRA Azhari Cage melapor ke Polda Aceh atas tindakan sejumlah oknum polisi yang memukulinya.

“Iya, sudah saya laporkan. Saya dipukuli,” kata Cage saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Kamis malam (15/8/2019).

Cage mengatakan, dia dipukuli sejumlah oknum polisi pada sore tadi di depan Gedung DPRA.

Saat itu, kata Cage, suasana sedang chaos di mana puluhan mahasiswa, yang menggelar aksi unjuk rasa di DPRA, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Cage mengatakan aparat kepolisian tersebut berasal dari Polresta Banda Aceh.

Beberapa di antara mahasiswa, kata Cage, sempat dipukuli petugas.

Saat itu, kata Cage, dia berusaha untuk melerai. "Saya mengatakan, jangan dipukul, jangan dipukul," kata Cage yang mengaku sedang di Polda Aceh usai melaporkan peristiwa yang dialaminya.

“Lalu ada seorang mahasiswa yang berlindung dibalik badan saya, dan akhirnya saya juga ikut dipukuli."

Cage mengaku mendapat hujanan pukulan di bagian kepala dan badan

"Saya sambil mempertanyakan 'kenapa saya dipukul', tapi mereka terus memukul, sampai akhirnya saya ditarik oleh beberapa orang," ungkapnya.

Baca: 14 Tahun MoU Helsinki: Mahasiswa Berusaha Kibarkan Bendera Bintang Bulan di DPRA

Menurut Cage, apa yang dialaminya itu merupakan tindakan pelecehan terhadap institusi DPRA. Karena, kata Cage, dirinya hadir di tengah-tengah mahasiswa karena ditugaskan oleh pimpinan DPRA.

“Jadi mahasiswa itukan menyampaikan aspirasinya dengan berdemo, dan saya ditugaskan pimpinan DPRA untuk menyahuti aspirasi mahasiswa itu,” katanya.

Usai mengalami pemukulan, kata Cage, DPRA juga telah menggelar rapat yang dihadiri para ketua-ketua fraksi.

“Pimpinan dewan sepakat untuk melaporkan ke Polda Aceh karena pemukulan tersebut dinilai sebagai pelecehan terhadap lembaga DPRA,” katanya.

Sementara Kapolreta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto yang dikonfirmasi mengatakan tidak ada pemukulan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap anggota DPRA.

Trisno mengatakan bahwa sempat terjadi saling dorong antara petugas dengan mahasiswa yang menggelar aksi di sana.

Sebelumnya, kata Trisno, hasil koordinasi antara mahasiswa dengan polisi, telah disepakati untuk tidak menaikkan Bendera Bintang Bulan. 

"Kegiatan aksi itu berjalan sampai sore. Jadi kira-kira mau masuk salat asar tadi, ada mahasiswa yang tiba-tiba berlari ke arah tiang bendera di depan gedung DPRA itu," kata Trisno.

Mahasiswa tersebut hendak menaikkan bendera bintang bulan di tiang yang ada di sana.

"Jadi ada dua tiang, yang satu tidak ada talinya, maka mereka hendak menurunkan bendera Merah Putih yang ada ditiang di sebelahnya. Petugas kita menahan sehingga terjadi saling dorong," katanya.

Saat aksi saling dorong itu, kata Trisno, Cage masuk ke tengah-tengah di antara mahasiswa dan polisi.

"Mungkin mau melerai, jadi mungkin ada terdorong atau tersenggol, tapi tidak memukul," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...